foto: Pengunjung menikmati suasana Pantai Sukojati, Banyuwangi, di tengah hamparan pasir hitam dan pepohonan cemara, Jumat (8/8/2026).
BANYUWANGI – Hamparan pasir hitam berpadu dengan pepohonan cemara yang bergerak diterpa angin menjadi salah satu daya tarik. Pantai yang berada di kawasan pesisir desa Sukojati kecamatan blimbing sari Banyuwangi ini menawarkan suasana berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati panorama alam dengan nuansa yang relatif tenang.
Suasana Pantai Sukojati tampak masih sederhana. Sejumlah warung warga berdiri di tepian pantai, menyediakan tempat bagi pengunjung untuk duduk santai sembari menikmati makanan dan minuman dengan latar suara deburan ombak.
Kesederhanaan tersebut justru menjadi bagian dari pesona pantai. Tidak banyak bangunan permanen maupun fasilitas wisata modern yang mendominasi kawasan pesisir. Pengunjung masih dapat merasakan atmosfer pantai yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Pepohonan cemara yang tumbuh di sepanjang kawasan pantai turut memberikan karakter tersendiri. Ketika angin berembus, pepohonan bergerak mengikuti arah angin, menciptakan suasana teduh sekaligus memperkuat kesan alami.
Keberadaan warung-warung sederhana juga memperlihatkan geliat ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pantai. Warga memanfaatkan potensi wisata dengan menyediakan ruang bagi pengunjung untuk beristirahat dan menikmati suasana pesisir.
Pantai Sukojati memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan masyarakat. Namun, pengembangan tersebut perlu tetap mempertahankan karakter alaminya agar tidak menghilangkan daya tarik yang selama ini menjadi kekuatan kawasan.
Jika dikelola secara berkelanjutan, Pantai Sukojati bukan sekadar tempat menikmati laut, tetapi juga dapat menjadi ruang rekreasi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi warga sekitar. (Dendy)











