BANGKALAN || timesmerahputih.com— Aruf Kenzo mengajak masyarakat Bangkalan untuk tidak hanya menyampaikan pendapat melalui kolom komentar di berbagai room diskusi, tetapi juga berani menyampaikan persoalan secara lebih konkret dengan menyertakan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Aruf, diskusi publik akan lebih bermakna apabila setiap persoalan yang disampaikan masyarakat dilengkapi dengan data, fakta, dokumentasi, maupun bukti konkret lainnya. Hal tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat dibahas secara objektif dan tidak berhenti sebatas opini.
“Kalau mau diskusi lagi, jangan hanya bisa komentar di room-room diskusi. Sertakan bukti yang konkret. Sampaikan apa yang benar-benar terjadi di lapangan,” ujar Aruf Kenzo.
Ia juga menyoroti pentingnya keberanian masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, perubahan tidak akan terjadi apabila masyarakat memilih diam karena takut menyuarakan persoalan yang mereka hadapi.
Aruf menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal berbagai persoalan di Bangkalan, termasuk menyampaikan kondisi yang mereka lihat dan alami secara langsung.
“Kalau masyarakat takut bersuara, kapan perubahan yang diharapkan di Bangkalan akan dirasakan? Perubahan tidak akan datang kalau semua memilih diam,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk membangun budaya diskusi yang sehat, kritis, dan berbasis fakta. Kritik, menurutnya, akan menjadi lebih kuat apabila disertai bukti dan disampaikan dengan tujuan mencari solusi.
Aruf juga berharap ruang-ruang diskusi publik dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan secara terbuka, sekaligus mendorong pihak-pihak terkait agar memberikan perhatian dan solusi terhadap masalah yang ada.
“Jangan takut menyampaikan kebenaran. Sampaikan dengan data dan bukti. Kalau ada persoalan, mari kita diskusikan bersama dan cari jalan keluarnya,” pungkasnya.
(Azis).











