Atap Rumah Nenek Asal Banyuwangi Ini Hampir Roboh, Tapi Bantuan Tak Kunjung Datang

Banyuwangi -Times Merah Putih.com//Di Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, seorang Nenek Kemi Warga lanjut usia hidup di rumah yang kondisinya nyaris ambruk. Atap rumah berlubang besar, kayu penyangga sudah lapuk dan patah, sementara bagian dalam rumah lembab dan gelap. Setiap kali hujan turun, air langsung masuk ke dalam rumah.

Dari hasil penelusuran di lokasi, rumah ini jelas tidak layak huni. Beberapa bagian atap terlihat sudah jebol, bahkan ada kayu yang menggantung dan berpotensi roboh kapan saja. Kondisi ini sangat berbahaya, apalagi rumah tersebut ditempati seorang lansia yang hidup sendiri dengan keterbatasan ekonomi.

Di dalam rumah, dinding terlihat lembab dan berjamur. Ventilasi minim, cahaya matahari sulit masuk, dan lantai selalu basah. Warga sekitar mengaku khawatir, terutama saat musim hujan. Mereka takut atap rumah itu ambruk dan mencelakai penghuninya.

“Kalau hujan deras, air masuk semua. Kami kasihan, tapi tidak tahu harus bagaimana,” kata salah satu warga.

Yang menjadi pertanyaan, rumah dengan kondisi seperti ini belum juga mendapat bantuan perbaikan. Padahal, pemerintah memiliki program bantuan rumah tidak layak huni yang seharusnya menyasar warga miskin dan lansia yang tinggal di rumah berbahaya.

Warga sekitar menduga rumah ini belum pernah benar-benar didata atau justru terlewat dalam penentuan penerima bantuan. Hingga kini, belum terlihat adanya upaya perbaikan atau pendampingan dari pihak terkait.

Selain itu untuk bantuan sosial, Nenek itu hanya menerima Bantuan pada tahun 2023 setelah itu ditahun berikutnya bantuan tersebut tidak diterima lagi.

Kasus ini menunjukkan masih adanya warga rentan yang luput dari perhatian. Di saat bantuan perumahan terus digulirkan, seorang lansia justru harus bertahan di rumah yang sewaktu-waktu bisa roboh.

Warga berharap pemerintah desa dan pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka tidak ingin menunggu sampai terjadi musibah baru ada perhatian.

Disisi lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda Dikonfirmasi melalui pesan whatsapp masih centang satu.

Reporter (  NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Inilah Sosok Priyai Kiyai Jatim, Harga Mati Bela Kapolri, Sampai Titik Darah Penghabisan

JAKARTA — Nama R.Mas MH Agus Rugiarto Satrodiarjo, SH., MH. bukanlah sosok baru dalam dunia organisasi dan advokasi hukum. Perjalanan ...

Desakan Keras ke Kapolda Jatim: Jaringan Tambang Ilegal dari Blitar hingga Lumajang Diminta Segera Ditertibkan

Surabaya, 13 April 2026 — Dugaan maraknya aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah Jawa Timur kembali mencuat dan memicu sorotan ...

Pengawasan Kegiatan Sisrendal Binter Di Wilayah Kodim 0825/Banyuwangi

BANYUWANGI – Upaya memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah kembali ditegaskan melalui kegiatan pengawasan Sistem Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi ...

Baja Bertemu Lumpur: Danramil Songgon Pimpin Gempuran Hari ke-16 Bangun Jembatan Perintis Garuda di Sungai Binau

SONGGON, BANYUWANGI — Pukul 07.00 WIB, kawasan Dusun Krajan, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, kembali riuh oleh dentingan besi ...

Dukung Peningkatan Gizi Masyarakat, Danramil Tegaldlimo Hadiri Grand Opening SPPG Purwoagung

BANYUWANGI – Dalam upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat dan mendukung program pemenuhan gizi nasional, Komandan Rayon Militer (Danramil) 0825/09 Tegaldlimo, ...

Rakernis Humas Polri 2026 , Perkuat Komunikasi Publik di Era Digital

Jakarta – Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri Tahun Anggaran 2026 resmi digelar hari ini, Selasa (14/4), di Jakarta. Kegiatan ...
error: Content is protected !!