DLH Bangkalan Gerak Cepat, Pabrik Kepiting di Kwanyar Diperintahkan Segera Miliki IPAL

BANGKALAN || timesmerahputih.com– Menindaklanjuti keluhan warga dan nelayan Kecamatan Kwanyar terkait dugaan pencemaran air laut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan langsung turun ke lapangan melakukan sidak ke pabrik kepiting yang diduga menjadi sumber pencemaran.

 

Kepala DLH Bangkalan, Achmad Siddik, S.AP., M.M, mengatakan pihaknya telah mengecek langsung ke lokasi pada Jumat (1/8/2026) lalu.

 

“Kita sudah ke lokasi dan hasilnya memang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kemarin pihak pabrik ke sini dan saya arahkan untuk segera mengurus IPAL-nya,” tegas Achmad Siddik, Senin (4/8/2026).

 

Dalam pertemuan dengan pemilik pabrik, Achmad Siddik meminta agar pihak pabrik menunjuk konsultan untuk pembuatan IPAL.

 

“Nanti konsultan yang Bapak tunjuk itu akan mengundang tim seperti Satpol PP, Dinkes, dan Dishub. Nantinya akan dibahas di sini. Setelah dibahas di sini, baru ke lapangan. Setelah dari lapangan, kembali lagi ke sini,” ujarnya saat memberikan arahan.

 

Terkait proses pembuangan limbah saat ini, Achmad juga memerintahkan penghentian sementara pembuangan langsung ke laut.

 

“Semasa sedang membuat IPAL tapi yang dialirkan ke laut, mulai sekarang stop. Bapak buat penampung terlebih dahulu. Nanti hasilnya yang ditampung itu dijadikan pupuk, disiramkan ke pohon-pohon,” jelasnya.

 

Hal senada disampaikan Kabid Penataan DLH Bangkalan, Lili Rosalia. Ia membenarkan hasil sidak tim pada Jumat lalu.

 

“Hari Jumat sidak ke lokasi, memang tidak ada IPAL-nya. Kami juga mengarahkan pada pemilik pabrik wajib mengurus IPAL-nya,” jelas Lili.

 

Selain memberikan teguran, DLH Bangkalan juga mengambil langkah teknis lanjutan. Pihaknya mewajibkan pemilik pabrik melakukan uji laboratorium guna mengetahui kualitas air laut dan memastikan apakah benar telah tercemar seperti keluhan nelayan.

 

“Kami juga mengarahkan uji laboratorium untuk mengetahui kualitas air. Untuk memastikan apakah air ini tercemar atau tidak seperti yang dikeluhkan nelayan dan warga,” tambah Lili.

 

Dalam pertemuan tersebut, pihak pabrik mengaku siap mengurus kepemilikan IPAL sesuai arahan DLH.

 

Untuk memastikan kepatuhan dan pengawasan berkelanjutan, Achmad Siddik juga mewajibkan pihak pabrik melaporkan perkembangan usahanya setiap 6 bulan sekali kepada DLH Bangkalan.

(Azis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Keluarga H. Hamim Thohari Gelar Pengajian dan Doa Bersama, Undang 50 Anak Yatim

Banyuwangi —Times merah putih.com//12 September 2026, Keluarga Bapak H. Hamim Thohari menggelar acara pengajian, tahlil, dan doa bersama dengan mengundang ...

Yusuf Kurniawan Yang Di Sapa Iwan Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi Bersama Jajaran Pengurus Dan Anggotanya Meninjau Lokasi Bersama Perhutani, Membuka Akses Jalan Umum Buat Warga Dusun Wangkal Kalipuro

BANYUWANGI. — Persoalan akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalipuro mendapat perhatian dari LSM Harimau DPC Banyuwangi. Lembaga ...

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Ny ...

Navy Golf Tournament HUT ke-81 TNI AL: Ketika Sportivitas Menjadi Gerakan Kemanusiaan

SURABAYA —  Sekitar 140 peserta Navy Golf Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI ...

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...
error: Content is protected !!