Ket photo: Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) dan Kepala Pasar Hewan dan Palawija (istimewa dok TMP)
BANGKALAN – Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) melakukan koordinasi dengan Kepala Pasar Hewan dan Palawija Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, guna mencari solusi atas persoalan kemacetan yang kerap terjadi setiap hari pasaran, khususnya pada hari Sabtu.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai upaya bersama untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini dipicu oleh aktivitas pedagang kaki lima (PKL), meningkatnya jumlah kendaraan, serta keterbatasan lahan parkir di sekitar kawasan pasar.
Ketua FKPB, Taufik Nurhidayat, mengatakan kemacetan setiap hari pasaran Sabtu telah menjadi persoalan yang harus segera dicarikan solusi secara bersama-sama.
“Koordinasi ini bertujuan mencari solusi agar kemacetan yang terjadi setiap pasaran hari Sabtu dapat teratasi. Aktivitas PKL dan penumpukan kendaraan akibat aktivitas perdagangan menjadi salah satu penyebab utama kemacetan,” ujar Taufik, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, keberadaan PKL yang belum tertata serta minimnya area parkir membuat kemacetan seolah menjadi pemandangan rutin setiap kali aktivitas Pasar Hewan dan Palawija berlangsung.
Taufik menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan sebenarnya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi kepadatan di kawasan tersebut. Salah satunya dengan melakukan pemindahan sejumlah pedagang sapi ke sisi utara pasar.
“Pemerintah Bangkalan sudah berupaya mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di hari pasaran. Salah satunya dengan memindahkan pedagang sapi ke bagian utara pasar agar arus lalu lintas bisa lebih lancar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Hewan dan Palawija, Khoiril, menyambut baik koordinasi yang dilakukan FKPB. Menurutnya, komunikasi dan sinergi antara berbagai pihak menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan serta kesejahteraan para pedagang di kawasan pasar.
“Koordinasi seperti ini sangat penting. Penataan harus dilakukan secara terintegrasi, terutama untuk mengurangi kemacetan di titik-titik rawan seperti kawasan pasar serta pertigaan di sisi timur dan barat pasar,” kata Khoiril.
Ia menegaskan, sinergi antara pengelola pasar, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait diperlukan agar program penataan dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pihak pengelola pasar juga telah melakukan penataan dengan memindahkan pedagang sapi ke area utara pasar, tepatnya di sekitar jalur pertigaan menuju sisi timur dan utara kawasan pasar.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan dan aktivitas perdagangan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di Pasar Hewan dan Palawija.
“Kami berkomitmen untuk terus menata kawasan pasar dan berharap langkah ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kelancaran lalu lintas di sekitar Pasar Hewan dan Palawija,” tegas Khoiril.
(Taufik)











