LOMBOK TENGAH – Media Indonesia Times , — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan mendasar bagi masyarakat sebelum melangkah ke investasi skala besar.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur PDAM Tirta Ardia Rinjani Lombok Tengah, Bambang Supraptomo, saat ditemui awak media di sela-sela malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi NTB ke-XXXI di Bencingah Agung, Lombok Tengah, pada Senin malam (15/6/2026).
Bambang menjelaskan bahwa alih-alih terburu-buru melakukan investasi baru yang menelan biaya fantastis—seperti penggantian jenis pipa baru atau meteran air digital—pihaknya memilih untuk fokus menyelesaikan persoalan hulu ke hilir yang lebih mendesak.
”Investasi seperti itu memerlukan dana yang sangat besar. Bahkan PDAM lain yang secara relatif jauh lebih maju pun belum siap menerapkannya. Saat ini, fokus utama kami adalah menangani masalah mendasar, seperti mengatasi kebocoran pipa demi pelayanan yang prima dan stabil ke pelanggan,” ujar Bambang.
Menjawab dinamika di masyarakat mengenai tarif air, Bambang meluruskan bahwa skema tarif PDAM Loteng tidak dipukul rata, melainkan dikelompokkan secara berkeadilan sosial:
Dominasi Rumah Tangga: Sekitar 85% dari total pelanggan masuk dalam kategori Rumah Tangga 1 & 2.
Kategori Bisnis & Perkantoran: Untuk sektor bisnis (seperti hotel), tarif disesuaikan hingga mencapai Rp9.000 lebih per meter kubik.
Kategori Sosial: Diberlakukan tarif khusus di bawah tarif rumah tangga untuk fasilitas sosial.
Ia juga menegaskan bahwa PDAM hanya bertindak sebagai pelaksana teknis. Kebijakan besaran tarif sepenuhnya diatur melalui Peraturan Bupati atas persetujuan Bupati selaku Kepala Pemegang Modal (KPM).
Mengenai perluasan jangkauan air bersih, proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Wilayah Utara saat ini tengah melengkapi berkas persyaratan teknis.
Dalam program ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah bergerak cepat menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan. Sementara itu, pendanaan pembangunan fisik akan dikucurkan melalui APBN.
”Polanya sama seperti SPAM Mandalika. Setelah pembangunan fisik selesai dilakukan oleh pusat, aset tersebut akan diserahterimakan kepada PDAM untuk kami kelola,” tambahnya.
Sebagai bagian dari elemen daerah, PDAM Tirta Ardia Rinjani memberikan dukungan moral penuh kepada kontingen Lombok Tengah yang berlaga di MTQ Tingkat Provinsi NTB ke-XXXI. Bambang berharap Lombok Tengah mampu mempertahankan predikat Juara Umum.
Lebih dari sekadar kompetisi, Bambang melihat momentum MTQ ini sebagai wadah strategis untuk mencetak SDM yang islami, religi, maju, dan berintelektual.
”Kami berharap suksesnya acara ini menjadi batu loncatan agar Lombok Tengah bisa menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional bahkan internasional. Ini akan memberikan multiplier effect (efek domino) yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi UMKM lokal kita,” ungkapnya optimistis.
Di akhir wawancara, ia berpesan kepada seluruh peserta untuk tampil lepas dan memberikan yang terbaik. “Usaha maksimal telah kita lakukan bersama, kini saatnya berserah diri kepada takdir Allah SWT,” pungkas Bambang.
Ruslan.











