Hari Ke – 20 MAKI Jatim Dalam Istiqomah di Persimpangan Jalan dan Persimpangan Hati: Ramadan Mengingatkan Manusia Pada Tuhan

Surabaya, 10 Maret 2026 — Ramadan selalu datang membawa sesuatu yang lebih dalam dari sekadar perubahan tanggal di kalender. Ia hadir sebagai ruang perenungan, mengajak manusia berhenti sejenak dari perjalanan panjang mengejar dunia.

Di bulan ini, manusia diajak kembali melihat dirinya dengan jujur. Menyadari bahwa kehidupan bukan hanya tentang apa yang dimiliki, tetapi tentang bagaimana manusia mampu memberi makna bagi sesamanya.

Puasa mengajarkan kesederhanaan yang sering dilupakan. Ketika manusia menahan lapar dan dahaga, ia belajar memahami perasaan orang lain yang mungkin setiap hari hidup dalam kekurangan. Dalam keadaan itulah empati tumbuh, dan hati menjadi lebih peka terhadap penderitaan sesama.

Ramadan perlahan mengingatkan manusia bahwa hidup tidak pernah berdiri sendiri. Setiap orang terhubung oleh benang kemanusiaan yang sama.

Apa yang kita miliki hari ini pada hakikatnya hanyalah titipan. Rezeki, kesempatan, bahkan kesehatan adalah amanah yang suatu saat akan dipertanyakan bagaimana manusia menggunakannya.

Sore itu, kehidupan berjalan seperti biasa di Pertigaan Albatros Jalan Raya Juanda, Sidoarjo. Kendaraan melintas tanpa henti, para pengendara bergegas pulang, dan aktivitas kota tetap bergerak dalam ritme yang sibuk.

Namun di tengah arus lalu lintas itu, hadir sebuah pemandangan sederhana yang memancarkan makna yang lebih besar.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat yang sedang menanti waktu berbuka puasa.

Paket-paket tersebut dibagikan kepada para pengendara, pekerja jalanan, serta masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Isinya sederhana namun penuh makna: nasi putih dengan sambal goreng ati dan tahu serta irisan telur dadar, kurma, es sirup melon dengan potongan blewah yang menyegarkan, serta aneka gorengan seperti lumpia, tahu bakso, dan siomay basah.

Bagi sebagian orang, mungkin itu hanyalah makanan untuk berbuka. Tetapi bagi mereka yang memahami nilai kemanusiaan, setiap paket yang dibagikan adalah bentuk kepedulian yang nyata.

Ia bukan sekadar makanan, tetapi simbol bahwa di tengah kesibukan dunia, masih ada tangan-tangan yang bersedia berbagi.

Dalam kehidupan sosial, tindakan memberi sering kali terlihat sederhana. Namun sesungguhnya di situlah nilai kemanusiaan menemukan maknanya.

Memberi bukan hanya tentang jumlah yang diberikan. Memberi adalah tentang kesediaan hati untuk peduli terhadap orang lain.

Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan. Syukur harus diwujudkan melalui tindakan yang membawa manfaat bagi orang lain.

“Ketika kita memiliki kemampuan untuk berbagi, di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.

Bagi MAKI, kegiatan ini juga memiliki makna yang lebih luas. Sebagai organisasi yang bergerak dalam semangat melawan korupsi, mereka meyakini bahwa perubahan sosial tidak hanya bergantung pada hukum, tetapi juga pada kesadaran moral masyarakat.

Kejujuran, integritas, dan kepedulian adalah nilai-nilai yang harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelang waktu berbuka puasa, langit di atas Surabaya perlahan berubah warna. Semburat jingga senja menyelimuti kota dengan suasana yang tenang.

Para relawan terus membagikan ta’jil kepada pengendara yang melintas. Senyum-senyum kecil terlihat di wajah para penerima.

Tidak ada kemewahan di sana. Tidak ada perayaan besar. Namun ada kebahagiaan yang sederhana.

Sebab sering kali, kebahagiaan yang paling tulus lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang ikhlas.

Ta’jil yang dibagikan di persimpangan jalan itu menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat.

Bahwa di balik kesibukan dan dinamika kehidupan kota, masih ada ruang bagi kepedulian dan kebersamaan.

Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang ibadah pribadi. Ia juga tentang bagaimana manusia memperkuat hubungan dengan sesamanya.

Karena dalam kehidupan ini, kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimilikinya, tetapi dari seberapa besar ia mampu memberi manfaat bagi orang lain.

Dan di tengah lalu lintas yang terus bergerak di Jalan Raya Juanda sore itu, sebuah pelajaran sederhana kembali terasa nyata:

bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu memiliki kekuatan untuk menghadirkan harapan.

Sebab ketika manusia saling peduli, di situlah nilai kemanusiaan menemukan makna yang paling sejati. (Wwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Sambut HUT RI Ke-81, PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Beri Diskon 45 Persen Pemasangan Sambungan Baru

BANGKALAN – PUDAM Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan menghadirkan program Gebyar Diskon HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 sebagai bentuk apresiasi kepada ...

AHY: Kerapan Sapi Cerminkan 3 Karakter Masyarakat Madura, Kerja Keras, Berani, dan Kehormatan

BANGKALAN || timesmerahputih.com— Ajang Kerapan Sapi Piala AHY sukses digelar di Stadion R.P. Moch. Noer, Kabupaten Bangkalan, Madura, Minggu, 2 ...

MERIAH! AJANG KERAPAN SAPI PIALA AHY SUKSES GELAR 64 PASANG SAPI TERBAIK SE-MADURA

BANGKALAN || Times Merah Putih.Com-Semarak budaya Madura kembali menggema. Ajang Kerapan Sapi Piala AHY sukses digelar di Stadion Kerapan Sapi ...

RAYAKAN ULANG TAHUN KE-75, SMPK SANTO YUSUP BANYUWANGI MENAMPILKAN PENTAS SENI KOLOSAL YANG MENGANDUNG NILAI PANCASILA DAN BUDAYA DAERAH DI BUMI BLAMBANGAN

Banyuwangi – Media Indonesia Times | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, SMPK Santo Yusup Banyuwangi menggelar pentas ...

TNI AL dan Pemkab Banyuwangi Kelola 1.200 Hektare Lahan untuk Dukung Produksi Kedelai Nasional

BANYUWANGI - Times Merah putih.com//TNI AL bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menggenjot produksi kedelai untuk mendukung upaya pemerintah pusat dalam ...

*Beraksi di Dini Hari, Operasi Senyap Komplotan ABH Pembobol Ruko dan Sekolah Digulung Tim Macan Blambangan*

Banyuwangi — Times Merah putih.com//Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi melalui Unit Reaksi Cepat (URC) Macan Blambangan berhasil membongkar dan ...
error: Content is protected !!