Jalan Raya Kalibata Macet Parah akibat Pedagang dan Parkir Liar, Dugaan Pungli Oknum Ormas Mencuat

Jakarta – Jalan Raya Kalibata kembali mengalami kemacetan kronis pada Jumat (23/5/2026). Kondisi tersebut terjadi di wilayah Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, akibat maraknya pedagang kaki lima dan parkir liar yang menggunakan bahu hingga sebagian badan jalan. Berdasarkan pantauan lapangan dan konfirmasi langsung bersama pihak kelurahan yang turut dihadiri awak media, kemacetan diperparah dengan dugaan adanya praktik pungutan liar terhadap para pedagang.

Selain dipenuhi lapak pedagang, kawasan sekitar Kalibata City juga disebut mengalami persoalan keterbatasan lahan parkir bagi pengunjung. Akibatnya, banyak kendaraan memanfaatkan badan jalan sebagai area parkir sehingga arus lalu lintas tersendat hampir setiap hari. Warga mengaku telah berkali-kali menyampaikan keluhan, namun hingga kini belum terlihat perubahan yang signifikan.

Lurah Rawajati mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan pembinaan dan edukasi kepada para pedagang. Namun, setelah penertiban dilakukan, para pedagang kembali menggunakan badan jalan untuk berjualan.

“Kami sudah sering melakukan edukasi, tapi kewenangan penertiban ada di tingkat kecamatan dan dinas terkait. Masalah ini sudah lama, tapi penyelesaiannya belum tuntas,” ujarnya.

Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengungkap adanya dugaan pungutan tidak resmi di lokasi tersebut. Ia menyebut pedagang baru diminta membayar uang antara Rp3 juta hingga Rp4 juta sebagai biaya awal membuka lapak. Selain itu, terdapat pungutan harian dan bulanan dengan nominal berbeda-beda tergantung posisi lokasi berdagang.

“Kalau mau buka lapak harus bayar dulu. Ada juga uang harian dan bulanan, tergantung tempat jualannya,” ungkapnya.

Warga dan pengguna jalan berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah karena Jalan Raya Kalibata merupakan salah satu akses utama masyarakat di kawasan Jakarta Selatan. Mereka menilai kemacetan yang terjadi setiap hari tidak hanya mengganggu aktivitas publik, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Jangan cuma imbauan, harus ada tindakan tegas supaya jalan ini kembali normal,” kata salah seorang pengendara.

Masyarakat bersama awak media juga mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan penertiban menyeluruh serta memetakan titik-titik serupa di wilayah Jakarta Selatan. Selain penataan pedagang dan parkir liar, pemerintah diminta memutus praktik pungutan liar yang diduga menjadi penyebab para pedagang terus bertahan di badan jalan. Tanpa penindakan tegas terhadap praktik tersebut, penertiban dinilai tidak akan berjalan efektif dan hanya menjadi solusi sementara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Bupati Ipuk: Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator

BANYUWANGI – Times Merah putih.com//Gelaran Soekarno Run di Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah diikuti hampir 5000 orang mulai Minggu (20/9/2026). Event ...

DPD Partai Perindo Banyuwangi Gelar Konsolidasi, Mantapkan Pembentukan Struktur Organisasi

BANYUWANGI, 20 September 2026 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Banyuwangi menggelar agenda silaturahmi dan konsolidasi organisasi sebagai ...

Ketua Pejalan Bangkalan Syaiful Anam Soroti Rentetan Kasus Korupsi di Bangkalan: Dari Suap Jabatan hingga Dana Desa Lajing

BANGKALAN || timesmerahputih.com – Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan), Syaiful Anam, S.Pd, menyoroti rentetan kasus korupsi yang terungkap di Kabupaten ...

*IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional*

Bali —Times merah putih.com//Kapolri menyampaikan kegiatan International Association of Women Police (IAWP) yang diikuti perwakilan dari 43 negara menjadi momentum ...

Babinsa Koramil 0825/07 Cluring Amankan Karnaval Budaya di Desa Tamanagung, Berlangsung Meriah dan Aman

Banyuwangi, Cluring - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0825/07 Cluring, Kodim 0825/Banyuwangi, Serka Rino Ari Wibowo melaksanakan pengamanan Karnaval Budaya ...

Komsos Malam Hari, Babinsa Kesilir Rangkul RT-RW Bahas Kondisi Wilayah

Banyuwangi - Suasana malam di Desa Kesilir dimanfaatkan Babinsa Kesilir, Serda Vikco Valderama, untuk memperkuat komunikasi bersama pengurus RT dan ...
error: Content is protected !!