Surabaya, Sabtu, 9 Mei 2026 – Dunia musik Indonesia akan segera menyambut kembalinya seorang musisi senior yang muncul dengan identitas baru. Setelah absen selama hampir dua dekade dari industri hiburan, Joker Law, nama panggung baru sang musisi, mengumumkan peluncuran album keduanya yang membawa nuansa spesial. Salah satu daya tarik album ini adalah kehadiran kembali sebuah lagu legendaris karya mendiang Ahmad Sofian yang sangat populer pada tahun 1986. Lagu tersebut diaransemen ulang dengan sentuhan segar khas tahun 2026.
Kendati judul lagu tersebut masih dirahasiakan dari publik, kabar ini telah membangkitkan antusiasme di kalangan pecinta musik Tanah Air. Saat diwawancarai di lokasi pembuatan video klip di Taman Flora, Surabaya, Sabtu (9/5/2026), Joker Law menyatakan bahwa informasi lebih lanjut akan dirilis mendekati waktu peluncuran.
Dalam proyek ambisius ini, Joker Law tidak bekerja sendiri. Ia menggandeng dua penyanyi cilik berbakat, Ayu Shiva Zara dan Leandra Isvara, yang siap memulai debut mereka melalui mini album perdana. Pengerjaan video klip turut melibatkan kolaborasi kreatif dengan beberapa model profesional dari berbagai agensi, termasuk Bill Kiss dan Risma, serta koreografer Okky yang merancang koreografi untuk memperkuat estetika visual album.
Album ini mencerminkan perjalanan panjang Joker Law dalam industri musik. Sebelum vakum, ia sempat merilis mini album pertama dan kini bersiap kembali dengan format yang lebih matang, termasuk rencana peluncuran mini album baru pada akhir tahun ini. Uniknya, kebangkitannya kali ini tidak hanya berfokus pada karier pribadi, tetapi juga membawa misi sosial untuk mendukung perkembangan musik anak-anak.
Joker Law mengungkap bahwa tujuan utamanya kali ini adalah memberikan inspirasi bagi generasi muda, terutama para penyanyi cilik. Ia ingin memperlihatkan bahwa dunia hiburan senantiasa menyediakan peluang bagi mereka yang berani mengambil langkah besar. Menurutnya, regenerasi sangat diperlukan untuk menghidupkan kembali kejayaan musik anak-anak di Indonesia.
Ia menyadari adanya perubahan tren di kalangan anak-anak masa kini yang sering kali lebih akrab dengan lagu-lagu dewasa yang kurang sesuai dengan usia mereka. Hal ini memotivasi dirinya untuk menghadirkan karya-karya musik anak berkualitas, sebagaimana era keemasan lagu anak di tahun 1990-an yang ceria, edukatif, dan sarat nilai moral.
Dengan membawa Ayu Shiva Zara dan Leandra Isvara ke panggung nasional, Joker Law berharap dapat membentuk mereka sebagai pelopor generasi baru penyanyi anak-anak. Ia juga berharap agar lagu-lagu dalam albumnya mampu mendorong orang tua untuk memperkenalkan kembali musik yang sesuai untuk anak-anak mereka.
Pemilihan Taman Flora sebagai lokasi syuting video klip juga memiliki alasan tersendiri. Taman tersebut dinilai ideal karena mencerminkan suasana kekeluargaan yang erat, tempat interaksi antara orang tua dan anak berlangsung secara alami. Joker Law ingin memanfaatkan kesan ini untuk menghadirkan pesan dalam lagunya yang lekat dengan kehidupan keluarga sehari-hari.
Sepanjang penggarapan hari itu, tim produksi berhasil menyelesaikan pengambilan gambar untuk dua lagu dari album terbaru Joker Law. Rencananya, album tersebut akan terdiri atas sembilan video klip. Sementara itu, mini album debut Ayu dan Leandra akan dilengkapi dengan lima video klip tambahan yang diharapkan dapat menjangkau generasi muda melalui visualisasi menarik.
Khususnya dengan Leandra mendapat bimbingan dari Coach Naufal Fadeel Akbar selaku pelatih vokal.
Dua pencipta lagu turut hadir dalam kegiatan ini untuk memberikan kontribusinya terhadap proyek tersebut. Sebanyak 30 orang tim pendukung terlibat dalam produksi hari itu. Peluncuran resmi album dijadwalkan berlangsung pada tanggal 22 September 2026.
Dukungan Orang Tua terhadap Pengembangan Musik Anak
Pada kesempatan yang sama, Bunda Nindy Ju ibu dari Ayu Shiva Zara menyampaikan motivasinya dalam mendukung anaknya terjun ke dunia tarik suara. Mini album Ayu berisi lima lagu, tiga di antaranya merupakan karya ciptaan Bunda Nindy sendiri berjudul Ceria, Mama, dan Tebak-Tebak. Ia berharap kehadiran putrinya dapat menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak lain di Indonesia agar musik anak kembali berjaya.
Hal senada diungkapkan oleh Bunda Vthree Zhenkia, ibu dari Leandra Isvara asal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ia memaparkan bahwa kecintaan Leandra terhadap dunia tarik suara telah terlihat sejak usia 5 tahun. Iya sangat mendukung cita cita Leandra menjadi artis cilik yang berprestasi dan dikenal di seluruh Indonesia.
Kehadiran Joker Law bersama bakat-bakat baru ini diharapkan menjadi angin segar bagi industri musik anak Indonesia,sekaligus mengembalikan masa keemasan lagu anak yang mendidik, ceria, dan penuh makna. (Wwn)











