SURABAYA, 16 April 2026 — Setiap jiwa pasti akan kembali, dan hari itu telah tiba bagi Bapak Sutarto bin Karmadji. Dalam suasana yang dipenuhi haru dan doa, keluarga besar LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur turut mengantarkan kepergian sosok ayah yang dikenal penuh kasih, sederhana, dan meneduhkan.
Almarhum Sutarto bin Karmadji Ayahanda tercinta dari Mbok Ma pengurus setia MAKI Jatim telah berpulang, meninggalkan jejak kebaikan yang tak lekang oleh waktu. Kepergiannya bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga duka yang dirasakan oleh mereka yang pernah mengenal ketulusan dan nilai hidup yang beliau wariskan.
Bagi keluarga, almarhum adalah rumah tempat kembali, tempat belajar tentang sabar, kejujuran, dan keteguhan iman. Dalam diamnya, ia mengajarkan makna keikhlasan. Dalam langkahnya, ia menanamkan arti tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang kini hidup, tumbuh, dan terus mengalir sebagai amal jariyah yang tak terputus.
Ketua MAKI Koorwil Jawa Timur, Heru Satriyo, S.Ip, menyampaikan belasungkawa yang mendalam, seraya mengajak seluruh anggota untuk menguatkan satu sama lain dalam bingkai persaudaraan.
“Atas nama keluarga besar MAKI Jawa Timur, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” tuturnya lirih.
Doa-doa pun mengalir tanpa henti. Dari sahabat, rekan seperjuangan, hingga masyarakat yang pernah bersinggungan dengan almarhum semua bersatu dalam harapan yang sama: agar perjalanan terakhir ini menjadi jalan pulang yang lapang dan penuh rahmat.
Di tengah duka, terselip keyakinan: bahwa orang-orang baik tidak pernah benar-benar pergi. Mereka hidup dalam doa anak-anaknya, dalam kebaikan yang pernah ia tanam, dan dalam jejak yang terus menginspirasi.
Kini, Bapak Sutarto telah kembali kepada Sang Pencipta. Namun nilai hidup yang ia tinggalkan akan terus menyala menjadi pengingat bahwa hidup bukan tentang seberapa lama, tetapi seberapa bermakna.
Selamat jalan, Bapak Sutarto. Semoga damai dalam keabadian, dan jejak kebajikanmu menjadi cahaya yang tak pernah padam. (Wwn)











