BANGKALAN || timesmerahputih.com– Kegiatan Diskusi dan Podcast yang digelar Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) mendapat apresiasi dari Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan), Syaiful Anam, S.Pd.
Menurutnya, forum dialog yang membahas tata kelola Pasar Hewan dan Palawija Tanah Merah ini menjadi contoh nyata kepedulian pemuda terhadap persoalan publik di daerah.
“Saya mengapresiasi kegiatan Diskusi dan Podcast yang diselenggarakan FKPB. Ini bentuk nyata kepedulian pemuda terhadap persoalan publik. Dialog seperti ini penting untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah,” ujar Syaiful Anam, Jum’at (28/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 – 17.00 WIB itu mengangkat tema “Sistem Tata Kelola Pasar Tanah Merah: Sampah, Parkir, dan Pemenuhan PAD Tahun 2026”.
Sebelumnya, Ketua FKPB, Taufik Nurhidayat, menyampaikan bahwa dari diskusi tersebut dirumuskan 3 rekomendasi utama: optimalisasi pengelolaan sampah, penataan parkir, dan strategi peningkatan PAD 2026.
“Tanpa tata kelola yang baik, citra pasar sebagai pusat perdagangan akan sulit berkembang. Karena itu kami ajak semua pihak duduk bersama mencari solusi,” kata Taufik.
Pada kesempatan itu, hadir sebagai narasumber, Khairi, Kepala Pasar Hewan dan Palawija Tanah Merah yang baru dilantik bulan ini, menyatakan komitmennya untuk membenahi pasar secara bertahap.
“Untuk awal ini kami fokus dulu pada kelancaran akses pedagang dan pembeli. Setelah itu baru masuk ke persoalan sampah, parkir, dan pemenuhan target PAD 2026. Itu sudah tanggung jawab kami,” jelasnya.
Khairi juga menyebut tantangan besar saat ini adalah penyelesaian pembangunan gedung pasar baru di sisi utara agar segera bisa ditempati pedagang.
Syaiful Anam menambahkan, Pejalan sebagai organisasi jurnalis di Bangkalan siap mengawal dan mempublikasikan hasil-hasil diskusi konstruktif seperti ini.
“Kami di Pejalan melihat kegiatan FKPB ini sangat positif. Ke depan kami berharap semakin banyak forum dialog yang melibatkan pemuda, pengelola, dan pemerintah, agar kebijakan publik benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan kesepakatan bersama untuk terus membangun sinergi antara pemuda, jurnalis, pengelola, dan pemerintah demi mewujudkan Pasar Tanah Merah yang bersih, tertib, dan nyaman.
(Azis).











