BANGKALAN || timesmerahputih.com– Pemerintah Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait viralnya informasi hasil penilaian lomba gerak jalan tingkat umum SMA dan SMP se-Kecamatan Tragah. Pihak kecamatan mengakui terjadi kesalahan teknis dalam pengetikan hasil lomba.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan awak media, Jumat (21/8/2026), di kantor Kecamatan Tragah. Dalam kesempatan itu, pihak panitia menjelaskan kronologi dan penyebab terjadinya kekeliruan tersebut kepada publik.
Dalam pernyataannya, perwakilan panitia menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat, peserta, dan awak media atas kekeliruan yang beredar.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Eh sebelumnya saya mohon maaf kepada seluruh teman-teman dan media se-Kecamatan Tragah. Bahwasanya terkait berita-berita yang beredar yang agak booming ini, sebelumnya kami mohon maaf atas nama panitia dan kecamatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kesalahan terjadi murni karena faktor teknis saat pengetikan data hasil lomba. Petugas yang bertugas menyusun hasil penilaian juri diduga mengalami kelelahan sehingga terjadi kekeliruan dalam mengurutkan nama para pemenang. Akibatnya, posisi juara 1 dan juara 2 pada kategori SMA dan SMP tingkat umum tertukar saat diumumkan ke publik.
“Bahwasanya dalam pengetikan ini terkait penilaian juri dalam lomba jalan tingkat umum SMA dan SMP se-Kecamatan Tragah ini betul-betul kesalahan dari pihak kecamatan. Karena yang ngetik mungkin khilaf ataupun karena lelah atau bagaimana, sehingga dalam pengetikan ini keliru susunannya. Yang nomor dua jadi nomor satu, yang nomor satu ditaruh nomor dua,” jelasnya.
Kekeliruan ini kemudian menimbulkan kebingungan di kalangan peserta dan masyarakat, serta menjadi perbincangan di media sosial.
Pihak Kecamatan Tragah juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para pelajar dan pemuda yang menjadi peserta lomba.
“Maka dari itu kami atas nama Pemerintah Kecamatan Tragah mohon maaf atas kekeliruan ini. Dan kepada adik-adik se-Kecamatan Tragah dan pemuda ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tegasnya.
Sebagai evaluasi, pihak kecamatan berjanji akan lebih teliti dan memperbaiki sistem pendataan agar kejadian serupa tidak terulang di tahun mendatang.
“Dan untuk tahun-tahun berikutnya kami akan memperbaiki ini. Mudah-mudahan lebih maju lagi ke depan,” pungkasnya.
(Azis).











