Kritik Pedas Kader Golkar Senior, Agus Flores “Semprot” Gubernur Kaltim: Singgung Dinasti hingga Sentil Pernyataan yang Dinilai Ngelantur

Jakarta, – Polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud kian memanas setelah mendapat respons keras dari kader senior Partai Golkar, Agus Flores. Sosok yang dikenal sebagai kader militan sejak era Akbar Tanjung itu menilai pernyataan tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seorang kepala daerah.

Agus Flores, yang disebut sebagai kader muda didikan Wakil Ketua Umum Bidang OKK DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung, secara tegas mengkritik pernyataan yang membandingkan keterlibatan staf ahli gubernur dengan dugaan praktik serupa di lingkar kekuasaan Presiden Prabowo Subianto.

Saat dikonfirmasi wartawan, Agus menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan cenderung menyesatkan. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo dikenal memiliki sikap tegas menolak praktik dinasti dalam pemerintahan.

“Tidak pantas seorang gubernur berbicara seperti itu. Keberadaan Hasyim tidak pernah terlibat dalam kabinet Presiden. Presiden kita jelas anti terhadap praktik dinasti,” tegas Agus, Sabtu (25/4/26).

Lebih lanjut, Agus menyindir keras kualitas kaderisasi yang dinilainya kurang matang. Ia bahkan menyebut pernyataan tersebut sebagai bentuk kurangnya pembekalan ideologi dan kepemimpinan.

“Begitulah kalau tidak dilatih LDK, jadi sembarang ngomong, bahasanya ngelantur,” sindirnya tajam.

Pernyataan Agus Flores ini sekaligus mencerminkan kegelisahan kader lama Golkar yang merasa nilai-nilai dasar partai mulai tergerus. Ia mengaku malu sebagai kader yang telah lama berproses sejak masa kepemimpinan Akbar Tanjung.

Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid turut angkat bicara terkait sosok Agus Flores. Menurutnya, gaya komunikasi Agus memang keras, namun memiliki niat baik untuk perbaikan internal partai dan kepentingan masyarakat.

“Gayanya Agus Flores memang keras, tapi hatinya baik. Buktinya, ia turut membantu upaya membersihkan tambang ilegal di Sulawesi Tengah demi kepentingan rakyat,” ujar Anwar.

Dinamika ini memperlihatkan adanya ketegangan sekaligus dinamika internal di tubuh Partai Golkar, terutama dalam menyikapi isu sensitif seperti nepotisme, etika kepemimpinan, dan kualitas kaderisasi. Agus Flores pun kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal nilai-nilai partai, meski harus bersuara keras di tengah perbedaan pandangan.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Wakil Bupati Banyuwangi Hadiri Resepsi Pernikahan Putra Kepala Desa Dadapan

Dadapan -Times Merah putih.com//17 Juni 2026 ,Pada Rabu sore, Wakil Bupati Banyuwangi,bapak  ir.H. Mujiono,M.Si. menghadiri acara resepsi pernikahan putra Kepala ...

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Banten Pererat Silaturahmi dengan Kapolda Banten Terdahulu

Serang – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki melaksanakan kegiatan anjangsana kepada salah satu tokoh ...

Fokus Benahi Layanan Dasar, PDAM Tirta Ardia Rinjani Bidik Efek Domino MTQ untuk Kemajuan Lombok Tengah

​LOMBOK TENGAH – Media Indonesia Times , -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah menegaskan ...

Patroli Kota Presisi Sambangi Pasar Mandalika Bertais, Polda NTB Perkuat Pencegahan Gangguan Kamtibmas

Mataram, NTB Media Indonesia Times, – Direktorat Samapta Polda NTB kembali mengintensifkan kegiatan Patroli Kota Presisi sebagai upaya menjaga keamanan ...

Polsek Muara Uya Jemput Hasil Panen Jagung Petani, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Tabalong – Dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk mencapai Swasembada Pangan Tahun 2026, Polsek Muara Uya terus mendorong para petani ...

Polres Tabalong Dukung Program Air Bersih dan Ketahanan Pangan Melalui Pembangunan Sumur Bor

Tabalong – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Tabalong mengikuti kegiatan Zoom Meeting Ground Breaking pembangunan sumur ...
error: Content is protected !!