MAKI Jatim Meniti Cahaya Ramadhan: Berbagi 1000 Paket Tajil di Hari Kesepuluh

Spread the love

Sidoarjo, 28 Februari 2026 — Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah perjalanan pulang. Perjalanan ruhani dari syariat menuju hakikat, dari hakikat menuju makrifat. Dari merasa memberi, menuju menyadari bahwa seluruh pemberian hanyalah titipan dari Allah SWT.

Di Jalan Raya Juanda, depan Pom Bensin Raya Juanda, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur membagikan 1.000 paket ta’jil kepada para pengguna jalan. Secara lahiriah, ia adalah kegiatan sosial biasa: 250 paket bubur sumsum mutiara, 250 paket kurma, 250 botol es sirup melon dengan blewah, dan 250 paket jajanan tradisional.
Namun Ramadhan mengajarkan bahwa apa yang tampak bukanlah seluruh kebenaran.

Syariat adalah bentuk. Ia adalah gerak tangan yang menyerahkan makanan, senyum yang menyapa, dan ucapan terima kasih yang terlantun. Tetapi hakikat adalah makna di balik gerakan itu. Hakikat adalah kesadaran bahwa tangan yang memberi dan tangan yang menerima sama-sama berada dalam genggaman-Nya.

Apa yang disebut rezeki sejatinya bukan milik manusia. Ia hanyalah amanah yang singgah sementara. Ketika dibagikan, bukan berarti kita kehilangan. Justru pada saat itu, ia kembali kepada Pemilik sejatinya.

Ramadhan mengosongkan perut agar hati terisi. Lapar meruntuhkan kesombongan. Dahaga meluruhkan keakuan. Dalam rasa lemah itu, manusia menyadari kefakirannya di hadapan Allah SWT. Tidak ada yang benar-benar kaya, tidak ada yang benar-benar miskin. Yang ada hanyalah hamba yang diuji dengan kelapangan atau kekurangan.

Makrifat lahir ketika amal tidak lagi menjadi kebanggaan. Ketika paket ta’jil diberikan, hati yang terjaga tidak berkata, “Aku telah memberi.” Ia berkata lirih, “Allah yang menggerakkan.”

Senyum penerima bukan alasan untuk merasa berjasa, melainkan cermin yang mengingatkan bahwa kita sedang ditolong untuk membersihkan diri dari cinta dunia.

Bagi MAKI, yang selama ini dikenal sebagai gerakan perlawanan terhadap korupsi, Ramadhan adalah madrasah kesadaran. Korupsi berakar dari hati yang merasa memiliki. Integritas tumbuh dari hati yang merasa diawasi.

Dalam maqam makrifat, manusia hidup dalam muraqabah kesadaran bahwa Allah Maha Melihat, bahkan terhadap niat yang belum terucap. Jika kesadaran ini bersemayam, maka kejujuran tidak lagi lahir karena takut pada hukum, tetapi karena takut kehilangan kedekatan dengan-Nya.

Menjelang Maghrib, langit Sidoarjo memerah keemasan. Kendaraan melambat. Doa-doa terangkat dalam diam. Yang terlihat hanyalah pembagian makanan di tepi jalan. Namun yang sesungguhnya terjadi adalah latihan jiwa.

Latihan untuk tidak melekat pada dunia.
Latihan untuk memberi tanpa pamrih.
Latihan untuk menyadari bahwa setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah perjalanan kembali kepada Allah.

Pada akhirnya, hakikat hidup bukan terletak pada seberapa banyak yang dikumpulkan, tetapi pada seberapa bersih hati ketika kembali. Dan makrifat adalah ketika kita memahami bahwa tidak ada amal yang benar-benar sampai kepada-Nya, kecuali yang lahir dari hati yang mengenal-Nya.

Di tepi Jalan Raya Juanda itu, 1.000 paket ta’jil mungkin telah habis terbagi. Namun semoga yang tersisa dan terus menyala adalah cahaya kesadaran, cahaya keikhlasan, dan cahaya tauhid yang tidak padam meski Ramadhan telah berlalu. (Bagas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Lestarikan Budaya dan Jaga Keamanan, Polsek Bebandem Amankan Pementasan Bondres Lolak CS di Desa Adat Umanyar

Times Merah putih.com//Jajaran Polsek Bebandem melaksanakan pengamanan ketat dalam acara hiburan rakyat pementasan Bondres Lolak CS yang digelar di Jaba ...

Laksanakan Tugas Piket Mako, Sat Lantas Polres Karangasem Ikuti Serah Terima Tugas Jaga

Polda Bali - Times Merah putih.com//Polres Karangasem , Sat Lantas, Pada hari Minggu, 5 April 2026 anggota Pukul 08.00 wita ...

Sapa Jemaat Gereja St. Yoseph, Kapolda Sumsel Ajak Gotong Royong Jaga Kamtibmas Bumi Sriwijaya

PALEMBANG – Times Merah putih.com//Semarak perayaan Hari Raya Paskah tahun 2026 di Kota Palembang berlangsung khidmat dan damai. Guna memastikan ...

Panti Rehabilitasi Mandiri dan Batas Kewenangan: Antara Niat Sosial dan Risiko Hukum

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Oleh : Hakim Said, S.H. Ketua Yayasan Anti Narkoba Lapor Pulih Sehat Sejahtera (YAN LPSS) Banyuwangi Rehabilitasi ...

PELAKU DUGAAN PENGANIAYAAN PEMILIK SOUND SYSTEM DI PINTU MASUK PANTAI MARINA BOOM KABUR KE CHINA

Banyuwangi - Times Merah putih.com//Seorang pelaku penganiayaan terhadap petugas sound system di area pintu masuk Boom dilaporkan melarikan diri dan ...

Tidak Ada Yang Kebal Hukum! Polres Simalungun Buktikan Aksi Nyata: Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Jawa, Along Tidak Berkutik Saat dibekuk

SIMALUNGUN – Times Merah putih.com//Tudingan miring yang menyebut Polres Simalungun bungkam dan tidak mampu menyentuh bandar narkoba besar di wilayahnya ...
error: Content is protected !!