Diskusi Santai di Tengah Hangatnya CFD Blambangan: Ruang Rakyat, Ruang Gagasan

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi, selalu menghadirkan nuansa berbeda setiap pekannya. Selain menjadi ruang publik untuk berolahraga, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati kuliner khas daerah, CFD juga perlahan menjelma menjadi ruang dialektika sosial—tempat bertemunya berbagai gagasan, aspirasi, dan harapan masyarakat.

Hal inilah yang tergambar dalam sebuah diskusi santai yang digelar di sela-sela aktivitas CFD Blambangan, yang dihadiri oleh Nurmansyah, S.H., M.H. bersama sejumlah pemerhati Banyuwangi. Tanpa podium formal, tanpa sekat protokoler, diskusi tersebut berlangsung hangat, cair, dan penuh makna.

Dalam suasana yang sederhana, namun sarat substansi, para peserta berdialog mengenai berbagai isu strategis daerah—mulai dari pembangunan, pelayanan publik, hingga dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat Banyuwangi saat ini. Diskusi ini menjadi bukti bahwa ruang publik seperti CFD tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai wahana partisipasi aktif warga dalam pembangunan daerah.

Nurmansyah dalam pandangannya menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang terbuka antara masyarakat dan para pemangku kepentingan. Menurutnya, diskusi santai seperti ini justru menjadi sarana efektif untuk menangkap aspirasi yang jujur dan apa adanya.

“Kadang justru dari obrolan ringan seperti ini, kita bisa menemukan banyak perspektif baru. Tidak ada sekat, tidak ada tekanan, semua bisa menyampaikan pendapatnya secara bebas,” ujarnya.

Para pemerhati Banyuwangi yang hadir juga menyoroti pentingnya menjaga identitas lokal di tengah pesatnya pembangunan dan modernisasi. Mereka berharap, Banyuwangi tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal, budaya, serta semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakatnya.

Diskusi ini juga menyentuh isu-isu aktual yang tengah menjadi perhatian publik, seperti pengelolaan ruang publik, penegakan aturan terhadap usaha ilegal, serta perlunya keberpihakan kebijakan kepada pelaku usaha kecil dan masyarakat akar rumput. Dalam konteks ini, CFD menjadi simbol bahwa ruang milik rakyat seharusnya juga menjadi tempat rakyat menyuarakan pikirannya.

Menariknya, diskusi tersebut tidak hanya diikuti oleh kalangan tertentu, tetapi juga melibatkan masyarakat umum yang kebetulan berada di lokasi. Mereka turut bergabung, mendengarkan, bahkan sesekali menyampaikan pandangan. Inilah wajah demokrasi yang sesungguhnya—hidup, terbuka, dan membumi.

Fenomena diskusi santai di CFD Blambangan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keterlibatan dalam proses pembangunan. Tidak lagi hanya menjadi penonton, masyarakat mulai mengambil peran sebagai subjek yang aktif menyuarakan gagasan.

Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan bahkan difasilitasi secara lebih luas. Pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat dapat bersinergi menjadikan CFD sebagai ruang dialog publik yang sehat dan produktif.

Pada akhirnya, dari sebuah diskusi santai di bawah rindangnya pepohonan Blambangan, lahir harapan besar: Banyuwangi yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam kebersamaan, terbuka dalam pemikiran, dan kokoh dalam nilai-nilai kebangsaan.

Reporter ( NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Kapolda Jatim Gaungkan Semangat Jogo Jawa Timur di Pagelaran Wayang Kulit Hari Bhayangkara ke – 80

Banyuwangi - Timesmerahputih.com | Ribuan warga memadati Taman Blambangan, Banyuwangi menyaksikan pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka menyongsong Hari ...

Ketua DPC Demokrat Banyuwangi Bantah Keras Isu Libatkan AHY dalam Dugaan Korupsi MBG

Banyuwangi – Munculnya isu yang mengaitkan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, dengan dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ...

Pengelolaan Dana Hibah Pesparawi X Kalbar Tahun 2023 di Melawi Masih Didalami, Publik Tunggu Transparansi Penegakan Hukum

Melawi, - 14 Juni 2026.Proses pendalaman terhadap pengelolaan dana hibah kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) X Tingkat Provinsi Kalimantan ...

PERSAMI KKRI di Wilayah Kodim 0825/Banyuwangi Jadi Wadah Pembentukan Jiwa Nasionalisme Pelajar

BANYUWANGI – Sebanyak 200 siswa MAN 1 Banyuwangi mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang dikemas dalam kegiatan Kemah Kebangsaan dan ...

Becak Modifikasi Isi Pertalite dalam Jumlah Besar di SPBU Simangambat Diselidiki, Kapolres Madina: Jika Ada Unsur Pidana Akan Ditindak

Mandailing Natal – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite oleh sebuah becak motor yang telah dimodifikasi dengan tangki ...
error: Content is protected !!