MBG Dipuji, Biaya Pendidikan Masih Jadi Beban, Raden Teguh Firmansyah Soroti Arah Kebijakan

Aktivis Raden Teguh Firmansyah, mengkritisi arah kebijakan pemerintah yang dinilainya belum menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama.

BANYUWANGI – Aktivis yang dikenal dengan gagasan filsafat logika berpikir, Raden Teguh Firmansyah, mengkritisi arah kebijakan pemerintah yang dinilainya belum menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama. Menurutnya, di tengah gencarnya promosi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), masih banyak orang tua yang harus menanggung berbagai biaya pendidikan anak.

Raden Teguh menilai, sejumlah pengeluaran seperti pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS), uang gedung, SPP di sekolah yang masih memungut biaya, seragam, maupun kebutuhan pendidikan lainnya masih menjadi beban bagi sebagian masyarakat.

“Di mana letak logikanya? Negara mengklaim hadir untuk rakyat, tetapi hak paling mendasar, yaitu pendidikan, masih diperdagangkan melalui berbagai biaya. Ini bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan cerminan kegagalan menentukan skala prioritas,” ujarnya.

Menurut Raden Teguh, kebijakan publik seharusnya disusun berdasarkan kebutuhan yang paling mendasar dan memberikan dampak jangka panjang. Ia berpandangan bahwa pendidikan merupakan investasi peradaban yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Rakyat masih bisa berusaha memberi makan anaknya. Namun tidak semua rakyat mampu membeli LKS, membayar uang gedung, SPP, seragam, dan kebutuhan sekolah lainnya. Kalau negara benar-benar ingin memutus rantai kemiskinan, maka gratiskan seluruh kebutuhan pendidikan, bukan sekadar membuat program yang mudah dipromosikan,” katanya.

Ia juga menilai bahwa selama masih ada anak yang mengalami hambatan mengakses pendidikan karena persoalan biaya, maka cita-cita pemerataan pendidikan belum sepenuhnya terwujud.

“Bangsa ini tidak akan menjadi besar hanya karena mampu membagikan makanan. Bangsa ini akan menjadi besar ketika setiap anak dapat belajar tanpa dihantui tagihan biaya sekolah,” tegasnya.

Raden Teguh mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk mengevaluasi berbagai bentuk pungutan di sekolah dan memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas tanpa terhalang kondisi ekonomi.

“Berhentilah membangun citra melalui kebijakan yang mengundang tepuk tangan sesaat, tetapi mengabaikan persoalan yang setiap hari dirasakan rakyat. Negara harus kembali menggunakan akal sehat dalam menyusun prioritas. Pendidikan gratis yang berkualitas adalah fondasi kemajuan bangsa, bukan sekadar janji dalam pidato,” ujarnya.

Ia menegaskan, kritik tersebut merupakan pandangan pribadinya sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan nasional serta harapan agar setiap kebijakan publik disusun berdasarkan logika, keadilan, dan kepentingan masyarakat secara luas.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Keluarga H. Hamim Thohari Gelar Pengajian dan Doa Bersama, Undang 50 Anak Yatim

Banyuwangi —Times merah putih.com//12 September 2026, Keluarga Bapak H. Hamim Thohari menggelar acara pengajian, tahlil, dan doa bersama dengan mengundang ...

Yusuf Kurniawan Yang Di Sapa Iwan Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi Bersama Jajaran Pengurus Dan Anggotanya Meninjau Lokasi Bersama Perhutani, Membuka Akses Jalan Umum Buat Warga Dusun Wangkal Kalipuro

BANYUWANGI. — Persoalan akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalipuro mendapat perhatian dari LSM Harimau DPC Banyuwangi. Lembaga ...

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Ny ...

Navy Golf Tournament HUT ke-81 TNI AL: Ketika Sportivitas Menjadi Gerakan Kemanusiaan

SURABAYA —  Sekitar 140 peserta Navy Golf Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI ...

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...
error: Content is protected !!