BANGKALAN || timesmerahputih.com– Peristiwa meninggalnya warga akibat tersambar petir di Desa Keteleng, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Pemerintah Kabupaten Bangkalan diminta untuk memberikan perhatian serius terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Korban diketahui bernama Abd Sholeh (41), warga Desa Koalas, Kecamatan Kwanyar. Ia meninggal dunia saat mencari rumput di Desa Keteleng setelah tersambar petir yang mengenai bagian belakang kepalanya.
Menanggapi bencana alam tersebut, Ketua Forum Pemuda Bangkalan Jawa Timur (FPB), M. Mukri, berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil langkah nyata membantu keluarga korban.
Menurut Mukri, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga mengalami bencana alam yang mengakibatkan kehilangan tulang punggung keluarga. Bantuan sosial maupun santunan kedukaan diharapkan dapat diberikan sesuai ketentuan dan hasil verifikasi instansi berwenang.
“Kami ingin menanyakan kapan Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui dinas terkait dapat memberikan bantuan atau santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat tersambar petir. Kami berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera memberikan perhatian kepada keluarga yang sedang mengalami bencana alam,” ungkap Mukri, Minggu (01/11/2026).
Ia juga meminta adanya koordinasi lintas sektor antara pemerintah desa, kecamatan, BPBD, Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memastikan keluarga korban memperoleh informasi yang jelas mengenai persyaratan dan mekanisme pengajuan bantuan.
Menurut FPB, kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tertimpa bencana alam merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Diperlukan langkah cepat, koordinasi yang solid, dan penanganan yang tepat agar keluarga korban tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi cobaan tersebut.
Selain itu, FPB berharap Pemkab Bangkalan segera melakukan pendataan dan verifikasi terhadap keluarga korban, sekaligus mengupayakan bantuan sesuai program dan peraturan yang berlaku.
“Kami berharap ada bantuan nyata dari pemerintah daerah untuk meringankan beban keluarga korban. Semoga melalui kerja sama dan koordinasi seluruh pihak, persoalan ini segera mendapatkan perhatian dan tindak lanjut,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, Redaksi masih membuka ruang bagi pihak Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan dinas terkait untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme serta kemungkinan bantuan bagi keluarga korban.











