Bangkalan |Times Merah Putih.Com-Puskesmas Kwanyar meluncurkan inovasi layanan kesehatan untuk meningkatkan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) secara lebih efektif dan menyeluruh. Melalui kerjasama strategis dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) dan fasilitas pendukung seperti FCSDS (Facility and Community Based Service Delivery Support for Tuberculosis) di Desa Karang Entang, kecamatan Kwanyar, kabupaten Bangkalan.
Rudi Hartono selaku Kepala Puskesmas Kwanyar mengatakan, Program ini adalah salah satu upaya puskesmas Kwanyar memperluas cakupan deteksi dini puskesmas untuk mengimplementasikan skrining sistematis TBC (SSTB) menggunakan teknologi portable X-ray.
“Metode ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kasus TBC yang teridentifikasi secara cepat dan akurat, sehingga memudahkan penanganan sejak dini. Dengan mobilitas yang tinggi dan teknologi yang praktis, pemeriksaan ini dapat dilakukan langsung di lokasi warga tanpa harus mereka datang ke fasilitas kesehatan pusat.

Diapun menjelaskan, Kegiatan ini juga bertujuan mendekatkan layanan deteksi TBC langsung ke masyarakat yang bekerja sama dengan laboratorium Fortuna dan pemeriksaan mata dari KMU Bangkalan. Pendekatan holistik ini memungkinkan deteksi dini berbagai masalah kesehatan sekaligus menambah manfaat bagi masyarakat.
“Selain itu, turut terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang menawarkan pemeriksaan dasar seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, serta pemeriksaan Laboratorium, dan untuk hasil yang di periksa Cek Kesehatan Gratis (CKG) ada 222 Orang, dan hasil Ronsen (X-ray) ada 200 orang,”Jelas Rudi.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Desa Karang Entang pada hari Selasa 23 Juni 2026, ditujukan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berpotensi tersembunyi dari layanan kesehatan formal.
“Diharapkan, melalui pendekatan dekat dan mudah dijangkau ini, tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC meningkat, serta jumlah kasus yang ditemukan lebih tinggi dari sebelumnya.”Ungkap Rudi.
Menurut Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2025 menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC tertinggi secara nasional maupun global. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam memutus rantai penularan penyakit mematikan ini.
Dari hal itu, Rudi Hartono menyatakan bahwa peningkatan cakupan penemuan kasus adalah bagian penting dari strategi nasional menuju eliminasi TBC pada tahun 2030. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan kerja sama lintas sektor agar penyakit ini dapat dikendalikan secara efektif,” ujarnya.
Dengan program inovatif ini, diharapkan tidak hanya angka penemuan kasus meningkat tetapi juga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC semakin tinggi. Langkah nyata dari Puskesmas Kwanyar menjadi contoh nyata implementasi program kesehatan berbasis komunitas yang mampu memberikan dampak positif besar terhadap keberhasilan target eliminasi TBC di Indonesia,”Tutup Rudi, Selasa,23/06/2026.
(Azis).