Warga dan Yayasan Pendidikan Keluhkan Asap Pabrik Beton di Rogojampi

Banyuwangi – Timesmerahputih.com | Aktivitas produksi pabrik beton oleh PT.KBN yang berlokasi di Jalan Sritanjung, Dusun Krajan, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, kembali menuai keluhan dari warga sekitar. Asap hitam pekat yang dihasilkan pabrik tersebut kerap terbawa angin hingga masuk ke kawasan permukiman, bahkan berdampak langsung pada lembaga pendidikan di depan lokasi pabrik.

Diketahui, didepan lokasi pabrik berdiri Yayasan Pendidikan Islam dann sosial Darul Qur’an MSA. Saat arah angin mengarah lokasi pendiidiikan, asap masuk, sangat mengganggu aktivitas belajar para murid/santri.

Ustad Qodir, pengasuh Yayasan Pendidikan Islam Soosial Daqu MSA menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak asap pabrik tersebut. Ia menyebut, ketika asap mengarah ke lingkungan yayasan, para santri kerap mengeluh sesak dan tidak nyaman.
“Kalau asap masuk ke area pendidikan, anak-anak mengeluh dan proses belajar terpaksa dihentikan. Ini sangat mengganggu,” ungkapnya.

Ia menambahkan,jika beberap tahun yang lalu juga telah dilakukan musyawarah antara pihak pabrik dan warga sekitar bersama Pemerintah Desa setempat. Namun, hasil pertemuan itu tidak memberikan dampak positif yang nyata.

Ia juga berharap pemerintah daerah, khususnya instansi terkait, segera turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan ini secara serius. Mereka menuntut adanya pengawasan ketat serta solusi konkret agar aktivitas industri tidak mengorbankan kesehatan warga dan keberlangsungan pendidikan.

Ketua Komunitas Pemerhati Banyuwangi (KPB) di Rogojampi, Agung Surya Wirawan, selaku pendamping warga terdampak mengaku prihatin atas kondisi tersebut.

“Musyawarah sudah pernah dilakukan, tetapi keluhan warga kembali muncul. Ini menandakan persoalan belum diselesaikan secara tuntas,” ujar Agung.

Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa KPB akan melakukan penelusuran menyeluruh terkait aktivitas pabrik PT.KBN, mulai dari aspek perizinan, standar baku mutu emisi asap, hingga potensi pencemaran lingkungan.

“Kami akan mengidentifikasi, investagasii semua hal yang berkaitan. Jika memang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah melakukan pemeriksaan, maka hasilnya harus transparan dan disampaikan ke publik terdampak. Kami ingin mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” tegasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Polres Bangkalan Ungkap Kronologi Percobaan Pencurian Dengan Kekerasan di Jalan Raya Pedeng Socah

BANGKALAN || timesmerahputih.com – Polres Bangkalan melalui Kasi Humas Polres Bangkalan, IPDA Agung Intama, menyampaikan klarifikasi terkait peristiwa percobaan pencurian ...

DPD LIRA Bangkalan Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Kanopi dan Sejumlah Pengadaan di UTM ke Kejati Jatim

SURABAYA || timesmerahputih.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bangkalan resmi melaporkan dugaan penyimpangan pengadaan barang dan ...

2026 Kerja Ketum Fast Respon Agus Flores, Sunyi Senyap, Memantau Langsung Seluruh Polda- Polres, apakah Mereka Kerja Sesuai Visi Misi Kapolri atau Tidak.?

JAKARTA, Langkah Progam Ketum Fast Respon Agus Flores Patut Diajukan Jempol, Pasalnya Hubugan Dekat Antara Kapolri Jendral Pol Suyudi Ario ...

Pemerintah Kecamatan Tanah Merah, Buka Stand di Pekan Raya Bangkalan

Foto Dokumentasi Stand Keikutsertaan Pemerintah Kecamatan Tanah, di Pekan Raya Bangkalan BANGKALAN – Pemerintah Kecamatan Tanah Merah turut memeriahkan gelaran ...

Aruf Kenzo Apresiasi Kemenag Bangkalan Salurkan Air Bersih ke Enam Desa, Termasuk Mano’an

BANGKALAN || timesmerahputih.com - Kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, mendapat apresiasi dari aktivis muda ...

Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo Lepas Mahasiswa untuk Ikuti Apel Kebangsaan di Mapolda Jatim

BANGKALAN || timesmerahputih.com - Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. melaksanakan pelepasan mahasiswa Bangkalan yang akan mengikuti Apel Kebangsaan di ...
error: Content is protected !!