Warga Seneporejo Dusun Silir Krombang Walk Out Dari Undangan Penyampaian RPJ Kabupaten

Banyuwangi – Timesmerahputih.com | Menindak lanjuti hasil rapat pada tanggal 19 mei 2026 beryempat di ruang rapat asisten 1 sekda kabupaten Banyuwangi antara pemerintah kabupaten Banyuwangi dengan PTPN maka pihak pemerintah kabupaten Banyuwangi mengundang masyarakat desa Seneporejo dusun Silirkrombang untuk menghadiri penyampean rencana perbaikan jalan kabupaten di desa seneporejo oleh pemerintah kabupaten Banyuwangi, yang bertempat di SDN Negeri 5 Seneporejo. Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam forum penyampean rencana perbaikan itu dihadiri segenap penduduk silir krombang , Camat Siliragung, Kapolsek Siliragung kepala dinas Kesbangpol dan beberapa aparat dari kabupaten.

Bapak David selaku Plt camat kecamatan Siliragung menyampaikan rencana perbaikan jalan kabupaten di susun Silirkrombang desa Seneporejo bahwa

1. Penanganan jalan akan dikerjakan secara pavingisasi FC 42.5 Mpa dengan ketebalan 8 cm sepanjang 2,8 KM

2. Pengerjaan jalan akan dilakukan secara bertahap,

3. Pembiayaan diambil dari :

– CSR 250 jt dari PerkebunanBanyuwangi Raya,

– Pemdes bekerja sama dengan warga setempat bergotong royong secara swadaya ikut membantu proses pembangunan

– Dari ASN berbagi sebesar 50 jt

– Dan dari pihak perhutani yg mendorong pemerintah desa untuk mengajukan proposal ke pihak perhutani pusat,

Dari hasil pemaparan tersebut pihak warga yg di wakili oleh Bapak Anang dan bapak Junet menolak hasil keputusan yg telah dipaparkan karna tidak sesuai dengan keinginan warga,

“Yang kami sesalkan kenapa pihak PTPN tidak hadir dalam forum ini” karna yg terutama berdampak dengan keputusan pembangunan ini adalah pihak warga dan pihak PTPN Perkebunan Banyuwangi Raya, jadi percuma jika rapat diteruskan karna warga merasa apa yg menjadi tututan mereka tidak akan menemui titik temu dan jawaban,

Karna adanya ketidak puasan jawaban yg diterima atas permintaan warga untuk pembangunan jalan maka semua warga sepakat mengadakan walk out dari ruang acara,

Seluruh warga sepakat walk out dari ruang pertemuan di barengi dengan teriakan kekecewaan dan membentangkan spanduk penolakan, Ahmad sharoni selaku salah satu perwakilan warga berorasi dan menegaskan jika memang tidak ada kesepakatan dengan apa yg diminta warga maka warga memutuskan akan tetap sesuai dengan kesepakatan notulen rapat yang pertama yaitu truk pengangkut tebu dilarang melewati jalan tersebut.

 

Ar/Rn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Warga Seneporejo Dusun Silir Krombang Walk Out Dari Undangan Penyampaian RPJ Kabupaten

Banyuwangi - Timesmerahputih.com | Menindak lanjuti hasil rapat pada tanggal 19 mei 2026 beryempat di ruang rapat asisten 1 sekda ...

Toko di Jl. Kesederhanaan No.35 Jakarta Barat Terbuka Lebar Diduga Jual Obat Keras Terlarang Tramadol

Jakarta Barat, 18 Mei 2026 – Sebuah toko obat dan kosmetik di Jl. Kesederhanaan No.35, RT 006 / RW 005, ...

Warga Lampung Timur Tempuh Jalur Hukum Terkait Dugaan Serangan Nama Baik di Media Digital

LAMPUNG — Seorang warga Kabupaten Lampung Timur mendatangi Polda Lampung guna melakukan koordinasi sekaligus menyampaikan laporan/pengaduan terkait dugaan penyerangan kehormatan ...

Dua Personel Polda Banten Terima Penghargaan atas Loyalitas dan Pengabdian

Serang - Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas personel, Polda Banten memberikan penghargaan kepada dua personel yang telah mengabdi ...

Pembangunan diduga Tanpa Izin di Jalan Pori Raya, Warga Protes Kerja Malam & Minta Dihentikan

Jakarta Timur, 20 Mei 2026 – Warga di Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, DKI Jakarta Timur, melayangkan keluhan keras ...

Cak Nung Pimpin Audiensi Warga Rejosari, Soroti Izin Makam Tanpa Kesepakatan

Banyuwangi — Times Merah putih.com//Rencana pembangunan makam untuk kebutuhan Perumahan Rejensi di Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, menuai penolakan ...
error: Content is protected !!