SURABAYA || timesmerahputih.com— Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, menghadiri rapat Program Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Pedesaan dan Fasilitasi Penyiapan Lahan serta Penyelesaian Perizinan Tahun 2026 di Kantor PLN Induk Distribusi Jawa Timur, Rabu (16/9/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dr. Havidh Nazif, S.T., S.H., M.M., dan dihadiri para bupati/wali kota serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait se-Jawa Timur.
Agenda rapat fokus pada sinkronisasi dan verifikasi usulan pemerintah daerah terkait perluasan akses listrik pedesaan. Verifikasi dilakukan untuk memastikan usulan sesuai dengan kondisi jaringan eksisting, rencana pengembangan sistem kelistrikan, serta kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, menegaskan bahwa pemerataan akses listrik merupakan komitmen bersama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Kementerian ESDM, dan PLN.
Ia menyebut, persoalan kelistrikan di pedesaan masih menjadi perhatian utama, terutama bagi warga yang belum mendapatkan akses listrik layak dan aman.
Data Pemkab Bangkalan mencatat, dari 18 kecamatan dengan 281 desa/kelurahan yang terdiri dari 273 desa dan 8 kelurahan, masih terdapat 976 Kepala Keluarga (KK) yang belum menikmati listrik dan masih mengandalkan petromak maupun obor untuk penerangan.
“Untuk program listrik pedesaan tahun 2026, Pemkab Bangkalan telah mengusulkan lokasi yang tersebar di 12 kecamatan dan 49 desa. Sementara untuk kebutuhan program tahun 2027, Pemkab Bangkalan telah menyampaikan 444 usulan kepada Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur dan 246 usulan kepada Kementerian ESDM,” ujar Wabup Fauzan.
Pemkab Bangkalan juga menyatakan kesiapan untuk melakukan pemutakhiran dan penambahan data usulan melalui sistem yang disediakan PLN dan Kementerian ESDM, agar seluruh kebutuhan masyarakat yang belum teraliri listrik dapat terakomodasi dalam perencanaan program nasional.
(Azis).











