BANGKALAN || timesmerahputih.com – Kabupaten Bangkalan menerima kunjungan akademik dan budaya dari mahasiswa Program Studi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melalui kegiatan bertema “Jejak Batik dan Kearifan Lokal Bangkalan”, Sabtu (19/09).
Kunjungan tersebut menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih dekat potensi, budaya, serta kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan Bangkalan sebagai daerah yang memiliki beragam potensi untuk dikembangkan.
Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, yang menerima langsung rombongan tersebut menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini turut membantu mempromosikan Kabupaten Bangkalan kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia juga menegaskan bahwa Bangkalan dan Madura saat ini sudah semakin terbuka terhadap berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan investasi.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari mahasiswa Magister PSDM Unair. Ini menjadi salah satu cara mempromosikan Bangkalan. Kami ingin menyampaikan bahwa Bangkalan dan Madura sudah semakin terbuka, termasuk untuk dunia usaha dan investasi,” ujar Wabup Fauzan Ja’far.
Sementara itu, Ketua Program Studi PSDM Universitas Airlangga, Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, M.Si., menyampaikan harapannya agar kunjungan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi para mahasiswa, khususnya dalam memahami pengembangan sumber daya manusia berbasis kearifan lokal.
Ketua Peminatan Pemberdayaan Perempuan, Prof. Tuti Budirahayu, M.Si., dalam kesempatan tersebut turut mengangkat kisah di balik tradisi batik Bangkalan yang penuh makna. Menurutnya, aktivitas membatik yang dilakukan para perempuan ketika suami mereka pergi berlayar menunjukkan peran penting perempuan dalam mendukung keluarga melalui aktivitas produktif.
“Perempuan yang membatik saat suaminya berlayar menjadi gambaran adanya relasi gender yang setara, di mana perempuan memiliki ruang untuk berdaya dan membantu keluarga melalui keterampilan yang dimilikinya,” ungkap Prof. Tuti.
Dalam kegiatan tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bangkalan, Eko Setiawan, juga menyampaikan selayang pandang Kabupaten Bangkalan, termasuk berbagai potensi daerah yang dapat dikembangkan. Ia menyebutkan, Bangkalan memiliki potensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata hingga industri.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, para mahasiswa diajak untuk mengenal dan melihat secara langsung proses pembuatan batik ghentongan, salah satu batik khas Bangkalan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.
Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara dunia akademik dengan pemerintah daerah, serta menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan potensi lokal Bangkalan berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat.











