BANGKALAN || timesmerahputih.com-Ketua Forum Pemuda Bangkalan (FPB), M. Mukri, menyoroti pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Ia menilai pemerataan dan kualitas pekerjaan jalan perlu menjadi perhatian bersama agar manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan pada tahun anggaran 2026 diketahui mengalokasikan anggaran lebih dari Rp101 miliar untuk penanganan sekitar 56 ruas jalan di wilayah Kabupaten Bangkalan.
Di sisi lain, berdasarkan pantauan dan aspirasi yang diterima FPB, masih terdapat sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah, khususnya kawasan pinggiran, yang dikeluhkan masyarakat karena kondisinya rusak, berlubang, dan membutuhkan penanganan.
Menurut M. Mukri, kondisi infrastruktur jalan berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta keselamatan pengguna jalan, sehingga perlu dipastikan penanganannya berjalan merata dan sesuai ketentuan teknis.
“Ini perlu kita awasi bersama. Harapan kami, setiap pembangunan jalan yang sudah dikerjakan dapat sesuai dengan standar, kualitas, dan ketentuan teknis yang berlaku di lapangan,” ujar M. Mukri, Jumat (19/09/2026).
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya diperlukan terhadap ruas jalan yang belum diperbaiki, tetapi juga terhadap pekerjaan infrastruktur yang telah selesai dikerjakan. Hal itu penting untuk memastikan penggunaan anggaran daerah dapat menghasilkan pembangunan yang berkualitas.
“Pengawasan ini penting agar anggaran yang bersumber dari masyarakat benar-benar memberikan manfaat yang optimal,” tambahnya.
FPB juga mendorong agar lembaga pengawasan terkait dapat melakukan pemeriksaan sesuai dengan kewenangan masing-masing terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bangkalan, guna memastikan kesesuaian dengan spesifikasi teknis dan kontrak pekerjaan.
“Kami meminta agar pengawasan diperkuat sesuai kewenangan. Ini menyangkut anggaran negara yang bersumber dari masyarakat. Harapan kami, pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan tidak merugikan masyarakat,” tegasnya.
M. Mukri berharap Pemkab Bangkalan bersama instansi teknis dapat terus memastikan setiap proyek jalan yang menggunakan anggaran negara dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Perhatian terhadap infrastruktur jalan tidak hanya soal besarnya anggaran, tetapi juga soal pemerataan, kualitas pekerjaan, dan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bangkalan,” pungkasnya.
(Azis).











