Ket photo: Sahrul Romadhon Sekertaris Bidang Pembangunan Daerah HMI Cabang Bangkalan Waktu Menghadiri Musda Badko HMI Jatim
BANGKALAN — Sekertaris Bidang Pembangunan Daerah HMI Cabang Bangkalan Sahrul Romadhon menyuarakan sorotan tajam terkait transparansi dan pengelolaan anggaran pendidikan di Kabupaten Bangkalan. Ia mempertanyakan tata kelola serta efektivitas penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di wilayah Kecamatan Tanah Merah.
Sorotan ini mengemuka mengingat Kecamatan Tanah Merah tercatat sebagai wilayah penerima program revitalisasi gedung sekolah terbanyak di Kabupaten Bangkalan. Sahrul menilai adanya potensi penumpukan program perbaikan fisik yang perlu diselaraskan secara terbuka dengan alokasi pemeliharaan yang bersumber dari Dana BOS Reguler.
Sahrul menegaskan bahwa aturan teknis penggunaan anggaran pendidikan telah diatur secara ketat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Berdasarkan Permen dikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dibatasi maksimal 20 persen dari total pagu alokasi dana BOS yang diterima.
Ia menambahkan Ketika satu wilayah menerima bantuan revitalisasi fisik secara besar-besaran, publik berhak tahu sejauh mana realisasi anggaran pemeliharaan sarana prasarana yang bersumber dari BOS di sekolah-sekolah tersebut,” tegas Sahrul Romadhon.
pembatasan 20 persen untuk pemeliharaan sarana dan prasarana bertujuan agar alokasi dana BOS lainnya dapat difokuskan pada peningkatan mutu pembelajaran, penyediaan bahan ajar, serta peningkatan kapasitas peserta didik. tuturnya.
Oleh karena itu, ia mendesak pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan serta pengelola sekolah di Kecamatan Tanah Merah, untuk membuka data realisasi penggunaan dana BOS secara transparan.
Sahrul menyatakan bahwa ia akan terus mengawal persoalan ini agar tidak ada indikasi tumpang tindih anggaran (overlapping) antara dana proyek revitalisasi fisik dan alokasi pemeliharaan rutin dalam dana BOS di sekolah-sekolah penerima bantuan.tegasnya.
(Taufik)











