BANGKALAN || timesmerahputih.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bangkalan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan ekstensi browser WhatsApp Web palsu. Pasalnya, Google baru-baru ini menghapus 131 ekstensi yang menyamar sebagai tools CRM WhatsApp dan terbukti berbahaya.
Berdasarkan data dari @Kontenedukasi, ratusan ekstensi tersebut ditemukan menyuntikkan skrip berbahaya ke WhatsApp Web untuk melakukan pengiriman pesan massal secara otomatis. Bahkan, ekstensi tersebut disalahgunakan untuk mengirim broadcast promosi judi online. Tercatat lebih dari 20.000 pengguna aktif terdampak sejak tahun 2025.
Diskominfo Bangkalan menjelaskan, sebenarnya yang bermasalah bukan aplikasi WhatsApp-nya, melainkan ekstensi browser yang berbahaya. Ekstensi tersebut dapat menumpang pada sesi WhatsApp Web yang sedang dibuka di browser.
“Jadi, meskipun kamu tidak merasa login ke perangkat baru, ekstensi tetap bisa memanfaatkan sesi tersebut untuk mengirim pesan tanpa sepengetahuan pengguna,” tulis Diskominfo Bangkalan dalam infografis edukasinya. Senin (28/09/2026).
Banyak ekstensi menawarkan fitur menarik seperti otomatis pesan, CRM WhatsApp, broadcast, hingga pengelolaan kontak. Tampilan yang profesional dan klaim “aman” membuat pengguna mudah tertipu.
Padahal, tampilan profesional tidak menjamin ekstensi tersebut benar-benar terpercaya. Masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan siapa pengembang atau publisher-nya dan melihat reputasinya.
Ekstensi browser sendiri memiliki akses terhadap halaman web yang sedang digunakan. Jika ekstensi tersebut memiliki kode berbahaya, ia dapat memanipulasi aktivitas di WhatsApp Web, salah satunya dengan mengirim pesan atau broadcast secara otomatis.
Berikut cara melindunginya Akun WhatsApp Web:
1. Cek ekstensi browser secara rutin melalui menu Chrome -> Extensions atau ketik chrome://extensions/
2. Hapus ekstensi yang tidak digunakan
3. Hapus ekstensi dari sumber yang tidak dikenal
4. Cek kembali ekstensi yang memiliki akses ke WhatsApp Web
5. Gunakan profil browser terpisah jika komputer digunakan bersama
Diskominfo Bangkalan berharap dengan adanya edukasi ini, masyarakat lebih berhati-hati dalam memasang ekstensi dan tidak mudah tergiur fitur otomatis yang ditawarkan.











