Foto: Diskusi Figur Willy Aditiya Anggota DPR RI Dapil Madura Jawa Timur, Dalam Membumikan Pemikiran Surya Paloh
BANGKALAN-Peran Anggota DPR-RI Willy Aditya dalam membumikan pemikiran Surya Paloh dan Merestorasi Bangsa menjadi bahan diksusi yang digelar oleh Barisan Muda Willy, Rabu 28 Oktober 2026
Diskusi ini bertempatan ditepian cafee Bangkalan, dan diskusi melibatkan perwakilan OKP diantaranya JM-GPMI (Jaringan Mahasiswa Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia) Kab. Bangkalan,KM-APN (Korps Mahasiswa Aliansi Pemuda Nasional) Kabupaten Bangkalan,
Serta Pengurus Daerah/PIMDA Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI) Kabupaten Bangkalan Dan Barisan Insan Muda (BIMA) Perwakilan Bangkalan.
Koordinator Barisan Muda Willy (BMW) Abdullah Amas menyampaikan bahwa peran pemuda dan mahasiswa sangat penting dalam memajukan daerah, khusus kabupaten kita bangkalan, tuturnya
Abdullah Amas menyampaikan bahwa Willy Aditya sejak sebelum maupun sesudah menjadi Anggota DPR RI amat mudah ditemui aktivis Mahasiswa Khususnya di Bangkalan
“Saya dulu waktu HMI sms, Willy Aditiya mudah dibalas padahal dia sibuk sekali dan orang sangat penting di NasDem dan dia banyak memfasilitasi organisasi maupun aktivis dari Madura”tegas Abdullah Amas
Salah satu peserta Wanita dalam diksusi mengapresiasi Willy Aditya dalam memfasilitasi dialog itu, Peserta diksusi juga banyak membahas berbagai persoalan di Bangkalan.
Sikap terbuka Willy yang tak pilih-pilih dalam merespons ruang dialog dan memberikan jalan bagi aspirasi anak-anak muda Madura menjadi catatan tersendiri. Bagi para aktivis, gaya komunikasi semacam inilah yang membuat sekat antara konstituen daerah dan pejabat pusat mencair.
Apresiasi senada datang dari peserta diskusi. Seorang peserta perempuan yang hadir mengacungkan jempol atas konsistensi Willy dalam membuka wadah dialog inklusif. Menurutnya, jarang ada figur politik tingkat nasional yang mau secara konsisten memberikan perhatian pada artikulasi pemikiran pemuda di tingkat kabupaten
Melalui forum dialog seperti ini, para aktivis muda Bangkalan berharap tradisi menyapa akar rumput dan memfasilitasi gerakan pemuda terus dirawat. Di tengah riuh rendah politik nasional, jejak komunikasi yang hangat antara wakil rakyat dan pemudanya di Madura ini setidaknya memberi gambaran, bahwa restorasi sejatinya bermula dari mendengarkan
(Taufik)











