BANGKALAN || timesmerahputih.com – Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) terus digencarkan di Kabupaten Bangkalan. Salah satunya melalui kegiatan Skrining Sehat TB (SSTB) yang digelar Puskesmas Jaddih, Kecamatan Socah, pada Kamis (02/10/2026).
Dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Jaddih, drg. Purwanti, kegiatan ini berhasil menjaring sebanyak 100 warga untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan terpadu. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Foto Thorax (Rontgen dada) sebagai standar utama deteksi dini TB paru.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, tercatat 35 orang dinyatakan suspect TB dan harus menjalani pemeriksaan lanjutan, sementara 65 orang lainnya dinyatakan normal atau sehat.
“Kegiatan hari ini kami menyasar 100 peserta. Hasilnya 35 suspect TB dan 65 normal. Bagi yang suspect, akan kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan dahak TCM dan tata laksana sesuai prosedur. Ini adalah langkah kami untuk memutus rantai penularan TB di wilayah Socah,” jelasnya, Jum’at (02/10/2026).
Menurutnya, kegiatan SSTB bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah gerakan preventif yang memiliki dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.
drg. Purwanti menjelaskan, Indonesia saat ini menghadapi double burden disease atau beban ganda penyakit. Di satu sisi, penyakit menular seperti TB masih menjadi perhatian serius, di sisi lain Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Diabetes, Hipertensi, dan gangguan mata terus meningkat akibat perubahan gaya hidup.
Oleh karena itu, SSTB dirancang sebagai skrining terintegrasi yang mampu mendeteksi dua ancaman kesehatan tersebut secara bersamaan.
Adapun lima pesan dan tujuan utama dari giat SSTB Puskesmas Jaddih adalah:
Pertama, Mendeteksi Dini Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)
Tim medis melakukan pengukuran tekanan darah, cek gula darah, dan skrining mata. Tujuannya untuk menemukan risiko Diabetes Melitus, Hipertensi, dan Penyakit Mata sebelum gejala klinis muncul, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan murah.
Kedua , Mendeteksi Dini Risiko Penyakit TB dengan Foto Thorax (Rontgen)*
TB sering kali tidak bergejala di awal. Melalui rontgen dada, petugas dapat melihat kelainan pada paru-paru. Deteksi dini sangat penting karena TB sangat menular melalui udara.
Ketiga , Mencegah Penyakit dan Komplikasi Berlanjut*
Dengan ditemukan lebih awal, penyakit tidak akan berkembang menjadi lebih berat. Hal ini sangat efektif untuk menurunkan risiko kecacatan, komplikasi organ, hingga kematian.
Keempat, Profiling Kesehatan Peserta Secara Komprehensif*
Dari hasil skrining, Puskesmas dapat memetakan (profiling) status kesehatan warga. Peserta dikelompokkan menjadi risiko rendah, sedang, dan tinggi. Data ini menjadi dasar untuk penatalaksanaan dan pemantauan kesehatan berkelanjutan.
Kelima, Edukasi dan Perubahan Gaya Hidup Sehat. Hasil skrining tidak berhenti di angka. Warga yang terdeteksi berisiko langsung mendapatkan konseling dan edukasi untuk memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik atau olahraga teratur, berhenti merokok, dan melakukan kontrol rutin ke Puskesmas Jaddih.
Puskesmas Jaddih yang berada di kecamatan Socah ini memang dikenal aktif dalam kegiatan promotif dan preventif. Di bawah kepemimpinan drg. Purwanti, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri.
“Kami mengajak seluruh warga Socah, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Jaddih, untuk tidak ragu datang ke Puskesmas. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Mari kita manfaatkan layanan skrining gratis ini untuk kesehatan kita bersama,” pungkas drg. Purwanti.
Kegiatan SSTB ini diharapkan Dinkes Bangkalan sbg upaya mencapai target Eliminasi TB 2030 dan menekan angka PTM di Madura.
(Azis).











