BANGKALAN || timesmerahputih.com – Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) menggelar kegiatan Diskusi Pendidikan yang membahas isu krusial di dunia pendidikan saat ini.
Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Ketua FKPB, Taufik Nurhidayah tersebut mengusung tema “Revitalisasi Gedung Sekolah Tahun 2026 Yang Dilaksanakan Secara Swakelola dan Penggunaan Dana BOS 20% Untuk Pemeliharaan Sarana dan Prasarana”.
Diskusi yang digelar mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai ini berlangsung dalam suasana santai namun serius di sebuah kafe outdoor yang asri di kawasan Bangkalan. Para peserta yang terdiri dari pegiat pendidikan, pemuda, dan tokoh masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya diskusi.
Ketua FKPB, Taufik Nurhidayat, dalam pemaparannya menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan revitalisasi gedung sekolah secara swakelola. Menurutnya, model swakelola harus benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi sekolah, bukan sekadar formalitas.
“Kami ingin memastikan revitalisasi gedung sekolah tahun 2026 ini benar-benar berkualitas dan sesuai kebutuhan sekolah. Begitu juga dengan dana BOS 20 persen untuk pemeliharaan sarpras, harus tepat sasaran agar anak-anak kita bisa belajar dengan nyaman dan aman,” ujar Taufik Nurhidayah di sela-sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai kontrol sosial untuk memastikan setiap kebijakan pendidikan berjalan dengan baik dan berpihak kepada siswa.
Kegiatan diskusi ini ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sambil mengacungkan salam kompak sebagai simbol semangat bersama untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bangkalan.
Ketua FKPB Taufik Nurhidayat, berharap hasil dari diskusi ini dapat menjadi masukan berharga bagi Dinas Pendidikan dan pihak terkait, demi terwujudnya pendidikan Bangkalan yang lebih maju dan berintegritas.
(Azis).











