BANGKALAN || timesmerahputih.com -Upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus digencarkan di Kabupaten Bangkalan.
Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (PEJALAN) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan menggelar Forum Transparansi Pendidikan dengan tema “Revitalisasi SDN Secara Swakelola: Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi Publik”.
Forum tersebut khusus membahas mekanisme Revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) secara Swakelola, yang digelar pada Rabu (14/10/2026) di Aula Disdik Bangkalan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PEJALAN, Syaiful Anam, S.Pd., Kabid PAUD dan PNF, Nurlatifah,SE,MM, Kasi Kelembagaan dan Sarpras Disdik Bangkalan R. Adi Purnomo beserta jajaran, perwakilan Kejaksaan Negeri Bangkalan, Polres Bangkalan, Inspektorat Kabupaten Bangkalan, Diskominfo Bangkalan, serta rekan-rekan media, LSM, aktivis, dan seluruh peserta forum dialog.
Forum ini dinilai sangat penting di tengah meningkatnya sorotan publik terkait isu praktik pungli berkedok setoran dalam proyek pendidikan. Selain itu, forum ini untuk memastikan anggaran negara benar-benar digunakan 100% guna meningkatkan kualitas bangunan sekolah.
Ketua PEJALAN, Syaiful Anam, S.Pd., dalam paparannya menegaskan, dengan besarnya anggaran negara yang digelontorkan untuk perbaikan sarana pendidikan, maka semua pihak terkait wajib mengetahui secara bersama-sama setiap tahapan kegiatan. Mulai dari perencanaan, penyaluran anggaran hingga pelaksanaan fisik di lapangan.
“Pentingnya transparansi pada setiap kegiatan pemerintah demi tercapainya target secara maksimal, khususnya pada pelaksanaan proyek revitalisasi yang mendapat gelontoran puluhan miliar rupiah di wilayah Kabupaten Bangkalan,” ujar Syaiful Anam.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi langkah preventif untuk meminimalisir miss informasi dan miss komunikasi yang kerap terjadi di lapangan.
“Jika semua pihak paham mekanisme swakelola, peran P2SP, dan fungsi konsultan pengawas, maka tidak akan ada ruang bagi oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan program pemerintah. Maka perlu pihak terkait mengetahui secara bersama demi meminimalisir miss informasi dan komunikasi, sehingga pelaksanaan program pemerintah tersebut terlaksana secara ideal,” tegasnya.
Sementara itu, Kadisdik Bangkalan K.H. Moch. Musleh Bahri, S.H., M.H., melalui Kabid PAUD dan PNF, Nurlatifah, SE,MM menyampaikan bahwa Program revitalisasi sekolah tahun 2026 merupakan program unggulan prioritas pemerintah pusat, dan Kabupaten Bangkalan mendapatkan porsi prioritas terbesar. Mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP, termasuk sekolah-sekolah di wilayah pelosok, semuanya akan tertangani.
“Ini adalah kabar baik yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat Bangkalan, namun sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Kami berharap program ini membawa barokah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan revitalisasi ini tentu membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk Kapolres, Kajari dan seluruh lembaga terkait yang hadir.
“Kami ingin prosesnya berjalan transparan dan baik. Terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis Bangkalan yang turut mengawal. Forum ini kita manfaatkan seoptimal mungkin sebagai wadah transparansi, sehingga jika ada kendala di tingkat sekolah, khususnya SD Negeri, bisa langsung terkomunikasikan dengan pimpinan,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Kepala Inspektorat Kabupaten Bangkalan menegaskan, program revitalisasi ini adalah peluang emas yang harus diambil, mengingat banyak kondisi sekolah di desa yang perlu perhatian serius.
“Kami selaku pengawas menekankan dua hal. Pertama, penggunaan dana harus sesuai kebutuhan, sesuai RAB dan petunjuk yang berlaku. Jangan ada perencanaan kegiatan di luar RAB. Kedua, kualitas fisik bangunan harus sesuai dengan rancangan,” tegas Kepala Inspektorat Bangkalan.
Dengan adanya Forum Transparansi ini, diharapkan pelaksanaan Revitalisasi SDN secara Swakelola di Kabupaten Bangkalan berjalan akuntabel, bebas dari pungli, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dan masyarakat.
(Azis).











