Habiburokhman: Jangan Biarkan “Penumpang Gelap” Tunggangi Reformasi Polri

Jakarta – Times merah putih.com//Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, melontarkan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang dinilainya menunggangi isu reformasi Polri demi kepentingan pribadi dan politik. Ia menyebut ada “penumpang gelap” yang memanfaatkan momentum evaluasi institusi kepolisian untuk membangun opini yang melemahkan negara.

Menurut Habiburokhman, kelompok tersebut kerap tampil seolah-olah menjadi motor percepatan reformasi Polri. Namun, di balik itu, ia menduga terdapat agenda tersembunyi, mulai dari dendam politik hingga upaya mencari panggung.

“Mereka mengklaim mendorong reformasi, tetapi narasi yang dibangun cenderung ekstrem, menyudutkan Polri tanpa data yang jelas, bahkan sulit diverifikasi. Ini berbahaya,” tegasnya.

Ia menyinggung ironi adanya mantan pejabat yang dahulu memiliki kewenangan menentukan arah kebijakan terkait Polri, tetapi tidak menunjukkan langkah signifikan saat masih berkuasa. Kini, kata dia, mereka justru paling lantang bersuara.

“Kalau memang punya komitmen kuat terhadap reformasi, mengapa saat memiliki kewenangan tidak melakukan pembenahan maksimal? Jangan sampai publik lupa pada rekam jejak,” sindirnya.

Habiburokhman menegaskan bahwa reformasi Polri bukan ruang bebas untuk membongkar bangunan konstitusional yang sudah diatur jelas dalam Pasal 30 UUD 1945 dan TAP MPR Nomor VII/MPR/2000. Dalam aturan tersebut, posisi Polri berada di bawah kendali Presiden dengan fungsi pengawasan oleh DPR.

Ia mengingatkan, dorongan reformasi yang keluar dari koridor konstitusi justru berpotensi menciptakan instabilitas dan memperlemah sistem ketatanegaraan.

“Kita akui, setiap institusi pasti ada oknum yang melanggar. Tapi jangan karena ulah oknum, seluruh institusi digiring seolah-olah rusak total. Itu framing yang tidak adil,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai narasi yang terus-menerus membangun persepsi negatif tanpa dasar kuat dapat memengaruhi opini publik dan pada akhirnya berdampak pada stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Reformasi Polri harus dikawal bersama, bukan dijadikan alat politik. Jangan sampai agenda percepatan reformasi justru menjadi pintu masuk pelemahan institusi dan pemerintahan,” pungkasnya.

Reporter ( NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Tak Ada Sekat di Ruang Humas: AKP Hadi Ismanto Bangun Jembatan Kepercayaan antara Polisi, Media, dan Masyarakat

SURABAYA, 12 Juni 2026 — Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak dalam hitungan detik, kepercayaan menjadi sesuatu yang semakin ...

Di Balik Panggung Expo Konstruksi 2026 Surabaya: MAKI Jatim Ungkap Bayang-Bayang Rekanan Berulang dan Ujian Integritas Pengadaan PUPR Jawa Timur

SURABAYA, 9 Juni 2026 — Gemerlap Expo Konstruksi dan Forum Jasa Konstruksi 2026 yang digelar di Ballroom Grand City Surabaya ...

MAKI NTB Apresiasi dan Kawal: Skandal Pengadaan Rp5,1 Miliar Terkuak, Empat Tersangka Resmi Dijerat Kejari Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH, 11 Juni 2026 — Penetapan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Dump Truck dan Arm Roll pada ...

Wujud Bakti Warga Binaan Lapas Banyuwangi Melalui Partisipasi dalam Program Bedah Rumah

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ...

Dandim 0824/Jember Letkol Inf. Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P. Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla, Simulasi TNI AD di Wuluhan Jadi Bukti Nyata Negara Hadir Melindungi Rakyat

JEMBER – Kamis (11/6/2026). Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan lagi dipandang sebagai persoalan biasa yang hanya berdampak pada ...

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250/Liter, Ketua AWI Banyuwangi Soroti Dampak Ekonomi Masyarakat

BANYUWANGI – Penyesuaian harga sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang dilakukan PT Pertamina (Persero) mulai Rabu (10/06/2026) ...
error: Content is protected !!