TIMES MERAH PUTIH// Banyuwangi, – 10 April 2026 Transformasi luar biasa terjadi di Dusun Sukosari (Glundengan), Desa Bubuk, Kabupaten Banyuwangi. Lahan pengairan yang sebelumnya terbengkalai dan kerap dijadikan tempat pembuangan sampah, kini mulai disulap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan ruang publik.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dusun Sukosari, Rosidi, serta inisiatif tokoh masyarakat Banyuwangi, Muhamad Vahid Faiq, warga bergotong royong membangun Pasar UMKM dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Pembangunan ini dilakukan secara swadaya, dengan dukungan anggaran dari inisiator serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kepala Dusun Sukosari, Rosidi, menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan warga.
“Ini murni dari kebersamaan warga dan kepedulian tokoh masyarakat. Kami ingin lingkungan yang dulu terkesan kumuh bisa berubah menjadi tempat yang bermanfaat,” ujar Rosidi.
Sementara itu, inisiator kegiatan, Muhamad Vahid Faiq, menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan ini adalah untuk mengangkat perekonomian warga.
“Kami ingin menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM agar bisa berkembang. Harapannya, ini menjadi titik awal kebangkitan ekonomi masyarakat Dusun Sukosari,” ungkapnya.
Warga pun menyambut baik perubahan tersebut. Lahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kini mulai tertata dan memiliki fungsi ekonomi.
“Dulu di sini sering jadi tempat buang sampah. Sekarang kami bersama-sama membangun agar bisa jadi pasar dan tempat berkumpul warga,” kata salah satu warga.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Sukosari menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat dan tokoh lokal mampu menghadirkan perubahan signifikan, bahkan tanpa bergantung pada anggaran pemerintah.
Ke depan, Pasar UMKM dan RTH ini diharapkan menjadi pusat ekonomi baru sekaligus ruang publik yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
(Dendy)










