ESDM Jatim Disisir Kejati: Indikasi Korupsi Perizinan Tambang Kian Terang

SURABAYA — Aroma dugaan korupsi di sektor strategis kembali menguat. Hingga berita ini diturunkan, kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur masih dalam status disegel oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Pintu utama tertutup rapat menandai situasi yang jauh dari biasa.

Penggeledahan berlangsung intensif.
Tim penyidik Kejati Jatim tampak keluar masuk gedung, menyisir sejumlah ruangan yang diduga berkaitan langsung dengan perkara. Dari lokasi, sedikitnya tiga koper besar diamankan.
Seluruhnya berisi dokumen penting yang kini menjadi kunci pembongkaran dugaan tindak pidana korupsi.

Sumber yang dihimpun menyebut, penggeledahan ini berkaitan dengan dugaan praktik “permainan” dalam pengurusan perizinan tambang sektor yang selama ini dikenal rawan konflik kepentingan dan sarat nilai ekonomi tinggi. Dugaan tersebut tidak lagi berada pada tahap awal.

Perkara ini telah naik ke tahap penyidikan.

Artinya, aparat penegak hukum tidak lagi sekadar mengumpulkan informasi, tetapi telah menemukan indikasi kuat adanya peristiwa pidana. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa kasus yang tengah diusut bukan persoalan administratif semata, melainkan wmengarah pada dugaan praktik koruptif yang sistematis.

Tiga koper dokumen yang diamankan diyakini memuat data krusial mulai dari proses perizinan, alur administrasi, hingga kemungkinan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam pengambilan keputusan. Setiap lembar berpotensi membuka rantai panjang yang selama ini tertutup.

Situasi di lokasi masih dijaga ketat. Aktivitas perkantoran praktis lumpuh, sementara publik menunggu kejelasan: siapa yang bertanggung jawab dan sejauh mana praktik ini berlangsung.

Hingga saat ini, Kejati Jawa Timur belum memberikan keterangan resmi terkait detail perkara maupun pihak-pihak yang telah diperiksa. Namun satu hal menjadi terang langkah penyegelan dan penggeledahan ini menunjukkan eskalasi serius dalam penanganan kasus.

Media terus memantau perkembangan di lapangan, menanti pernyataan resmi dari Kejati Jatim. Di tengah sorotan publik, kasus ini berpotensi menjadi pintu masuk untuk membongkar praktik lama yang selama ini beroperasi di balik meja perizinan.

Jika terbukti, ini bukan sekadar pelanggaran hukum melainkan pengkhianatan terhadap pengelolaan sumber daya yang seharusnya menjadi milik rakyat. (Wwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

DLH Provinsi Jawa Timur Raih Penghargaan Persatuan Wartawan Indonesia atas Kinerja Profesional, Transparan, dan Akuntabel dalam Pengelolaan APBD I serta Tata Kelola Lingkungan Hidup

Surabaya, 16 April 2026 - Malam penghargaan yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menjadi momentum penting bagi ...

Dari Gadai Rp20 Juta ke Sengketa Rp600 Juta: Perjuangan Winarsih Mencari Keadilan

BANYUWANGI-Times Merah putih.com//Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat untuk memikul sengketa yang tak kunjung selesai. Bagi Winarsih (53), warga ...

Langkah Kejati Jatim Menguat: Pemeriksaan Pejabat ESDM Jatim Bongkar Dugaan Korupsi Tambang

Surabaya — Pasca penggeledahan yang dilakukan tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di kantor ESDM Jatim yang ...

Tasyakuran Harlah ke-15, DPC GRIB JAYA Banyuwangi Teguhkan Solidaritas dan Komitmen Pengabdian

Banyuwangi- Times Merah putih.com// 16 April 2026 , Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB JAYA Kabupaten Banyuwangi menggelar tasyakuran dalam rangka ...

Sentuhan di Pulau Terluar: Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono Beri Semangat Personel Polsek Enggano

Bengkulu, -Times Merah putih.com//Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. melaksanakan peninjauan dan pengecekan di Polsek Enggano, Polres Bengkulu Utara, ...

Ketua ARB Muji Mundar Tolak “Kampung Rusia” di Banyuwangi: Desak Penegakan Hukum Tanpa Toleransi

BANYUWANGI —Times merah putih.com//Gelombang penolakan terhadap keberadaan “Kampung Rusia” di Banyuwangi kian menguat. Ketua Aliansi Rakyat Banyuwangi (ARB), Muji Mandar, ...
error: Content is protected !!