Proyek Irigasi Swakelola di Banyuwangi Disorot, Dugaan Intimidasi terhadap Wartawan Tuai Kecaman

BANYUWANGI – Proyek pembangunan saluran irigasi yang diduga merupakan program swakelola masyarakat dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur di Dusun Gontoran, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, menjadi sorotan. Selain pelaksanaan proyek, kegiatan tersebut juga diwarnai dugaan intimidasi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/7/2026) ketika sejumlah wartawan mendatangi lokasi proyek untuk melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan pekerjaan. Kedatangan wartawan bermula setelah di lokasi tidak ditemukan papan informasi proyek yang memuat nama kegiatan, nilai anggaran, sumber pendanaan, volume pekerjaan, maupun penanggung jawab kegiatan.

Tidak adanya papan informasi tersebut membuat wartawan kesulitan memperoleh informasi dasar mengenai proyek sehingga berupaya meminta penjelasan kepada pihak yang berada di lokasi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan serta rekaman yang dimiliki redaksi, salah seorang yang disebut sebagai Ketua HIPPA berinisial SY diduga melontarkan ucapan bernada menghina kepada wartawan. Ucapan yang diduga disampaikan antara lain, “Kopok” dan “Matane gak ngerti?” saat wartawan meminta penjelasan mengenai proyek tersebut.

Dalam rekaman yang sama, SY juga terdengar menyampaikan pernyataan bernada menantang. Ia disebut mengatakan agar persoalan tersebut “diramaikan” dan menyatakan akan mengundang para petani ke Kantor Desa Rejosari apabila pemberitaan mengenai proyek itu terus berlanjut.

Peristiwa tersebut menuai perhatian karena wartawan menjalankan tugas yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Media memiliki fungsi melakukan kontrol sosial serta menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk terhadap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara.

Ketua AWI DPC Banyuwangi, Indra, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengecam dugaan perlakuan tersebut. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pemerintah seharusnya menghormati kerja jurnalistik dan memberikan ruang bagi media untuk melakukan konfirmasi secara profesional.

“Jika benar terjadi, tindakan tersebut sangat kami sesalkan. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi Undang-Undang Pers. Pertanyaan wartawan semestinya dijawab dengan baik, bukan dengan kata-kata yang berpotensi menghina atau merendahkan,” ujar Indra.

Sementara itu, Kepala Desa Rejosari, Abdul Aziz, mengaku menyesalkan adanya insiden tersebut. Ia berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Kami sangat menyayangkan jika memang terjadi ucapan seperti itu kepada rekan-rekan media. Seharusnya semua pihak bisa berkomunikasi dengan baik dan saling menghormati,” kata Abdul Aziz.

Menurut Abdul Aziz, SY memang dikenal memiliki karakter yang cenderung keras dalam berkomunikasi.

“Memang karakter S.Y. seperti itu. Namun saya berharap ke depan hal seperti ini tidak terulang lagi, apalagi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Abdul Aziz juga berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan swakelola mengedepankan komunikasi yang baik, transparansi, dan saling menghormati agar pelaksanaan proyek pemerintah dapat berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari SY, penanggung jawab kegiatan swakelola, serta Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan penjelasan dan tanggapan resmi terkait dugaan insiden tersebut maupun mengenai tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada SY maupun seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

KOMPOL BASORI ALWI DAMPINGI KAPOLRESTA MUHARMAN ARTA KUKUHKAN 30 DAI KAMTIBMAS, PERKUAT BENTENG KONDUSIVITAS BANYUWANGI

BANYUWANGI –times merah putih.com//Komitmen memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digencarkan Polresta Banyuwangi. Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), penguatan ...

Dini Hari Air sungai Di Dam Garit Alasmalang Meluap, warga panik Berhamburan.

BANYUWANGI- Times Merah putih.com//Hujan semalam Minggu 1/11/2026 guyur wilayah Kecamatan Songgon, Kecamatan Singojuruh dan sekitarnya. Memaksa debit air aliran sungai ...

Rencana Koordinasi Ketua DPW Jatim Bersama LSM Harimau DPC Kabupaten Banyuwangi Dengan Dinas Pengairan Banyuwangi Tertunda, Dijadwalkan Ulang Besok.

Banyuwangi– Ketua DPW Jatim LSM Harimau M. Arif Billah, SH., MM didampingi Bersama Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi Yusuf Kurniawan ...

Punya Kenangan Tersendiri, Slank Sebut Banyuwangi Terlalu Manis untuk Dilupakan

BANYUWANGI – Times Merah putih.com//Grup band legendaris Slank akan kembali menyapa para penggemarnya di Banyuwangi melalui rangkaian Berani Kita Beda ...

Kapolresta Banyuwangi Gelar Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat Dan Dai Kamtibmas,Rajut Harmoni Untuk Banyuwangi Kondusif

BANYUWANGI – Times Merah putih.com//Dalam upaya merajut harmoni, menguatkan persatuan, serta mewujudkan Kabupaten Banyuwangi yang aman dan kondusif, Polresta Banyuwangi ...

Dugaan Penjualan Pupuk di Atas HET di Kokop Tidak Terbukti, Dinas P2KP Bangkalan: Tetap Sesuai HET dan eRDKK

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Menanggapi laporan warga terkait dugaan penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di Desa Mano'an, ...
error: Content is protected !!