BANGKALAN || timesmerahputih.com— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Di balik pengibaran Merah Putih dan berbagai kegiatan rakyat, terdapat sejarah panjang perjuangan bangsa yang dibangun dengan pengorbanan, persatuan, keberanian, bahkan darah para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Aruf Kenzo Soroti Etika Berpakaian Peserta Gerak Jalan HUT RI Ke-81 di Tanjung Bumi

Nilai perjuangan tersebut menjadi sorotan aktivis muda dan konten kreator asal Bangkalan, Aruf Kenzo, dalam menanggapi pelaksanaan gerak jalan HUT RI ke-81 di Kecamatan Tanjung Bumi.
Dalam unggahannya, Aruf menyoroti persoalan etika berpakaian, moral, dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam mengikuti kegiatan yang membawa nama peringatan kemerdekaan.
Menurutnya, kebebasan yang diperoleh bangsa Indonesia harus diiringi dengan kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab moral untuk menghormati nilai-nilai kebangsaan, norma sosial, budaya, agama, serta perjuangan para pendahulu bangsa.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak datang dengan cuma-cuma. Ada perjuangan, pengorbanan, air mata, bahkan darah para pahlawan yang menjadi bagian dari sejarah lahirnya bangsa ini. Karena itu, ketika kita merayakan kemerdekaan, sudah sepatutnya kita menunjukkan sikap yang mencerminkan penghormatan terhadap perjuangan tersebut,” ujar Aruf Kenzo.
Ia menilai, pakaian yang dikenakan dalam kegiatan publik, khususnya kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI, sebaiknya mempertimbangkan aspek kesopanan, kepatutan, moral, dan penghormatan terhadap lingkungan sosial.
Menurutnya, nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui pemasangan bendera atau mengikuti perlombaan, tetapi juga melalui perilaku yang menunjukkan rasa hormat terhadap bangsa dan sesama warga negara.
Tiga Sorotan Aruf Kenzo
1. Etika sebagai Cerminan Moral Warga Negara
Setiap warga negara memiliki kebebasan untuk berekspresi, namun kebebasan tersebut tetap perlu disertai tanggung jawab moral dan penghormatan terhadap norma yang berlaku di masyarakat.
2. Menghormati Agama, Budaya, dan Adat Istiadat
Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman budaya dan nilai kehidupan. Karena itu, kegiatan di ruang publik hendaknya tetap memperhatikan norma agama, budaya, adat istiadat, serta kepatutan masyarakat setempat.
3. Menghargai Perjuangan Para Pahlawan
Perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan tanah air. Semangat tersebut semestinya tercermin melalui sikap disiplin, santun, tertib, dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
Aruf menegaskan bahwa kemerdekaan bukan berarti kebebasan tanpa batas. Menurutnya, menjadi warga negara yang merdeka juga berarti memahami batas antara hak pribadi dan tanggung jawab terhadap kepentingan bersama.
“Merdeka bukan berarti bebas melakukan apa saja tanpa mempertimbangkan etika. Merdeka adalah ketika kita mampu menggunakan kebebasan dengan penuh tanggung jawab, menghormati orang lain, menghargai norma, dan tetap menjaga martabat bangsa,” tegasnya.
Sorotan tersebut kemudian menjadi perhatian di media sosial setelah beredar foto peserta gerak jalan di Tanjung Bumi yang oleh sebagian pihak dinilai kurang mencerminkan kepatutan dalam kegiatan peringatan kemerdekaan.
Namun demikian, sorotan tersebut dapat ditempatkan sebagai bagian dari ruang evaluasi publik agar setiap kegiatan kemasyarakatan, khususnya yang mengatasnamakan peringatan kemerdekaan, tetap mengedepankan etika, moral, persatuan, kesopanan, dan penghormatan terhadap sesama.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 dengan tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan memiliki nilai dan tanggung jawab besar.
Merah Putih yang dikibarkan hari ini merupakan simbol dari perjuangan panjang bangsa. Karena itu, menghormati kemerdekaan bukan hanya dengan merayakannya, tetapi juga dengan menjaga perilaku, moral, persatuan, dan martabat sebagai warga negara Indonesia.
(Azis).










