Banyuwangi Raih Skor Tertinggi Kinerja Pemerintahan Nasional

Jakarta – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi menetapkan Kabupaten Banyuwangi sebagai peringkat pertama nasional dalam kategori kabupaten dengan status “Kinerja Tinggi”. Pencapaian ini didasarkan pada hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahunan, yang merupakan instrumen formal untuk mengukur akuntabilitas serta efektivitas tata kelola pemerintahan di tingkat daerah.27/04/26

​Prestasi yang diraih pada tahun 2026 ini menandai kali keempat Banyuwangi mengukuhkan posisinya sebagai kabupaten dengan kinerja terbaik di Indonesia. Hal ini melengkapi rekam jejak impresif daerah tersebut, yang sebelumnya pada tahun 2025 juga dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif se-Indonesia oleh institusi yang sama.

​Penilaian komprehensif ini dilakukan melalui analisis terhadap 606 indikator yang mencakup parameter makro dan mikro pembangunan. Fokus evaluasi meliputi berbagai dimensi strategis, di antaranya:

​Reduksi angka kemiskinan dan akselerasi pembangunan daerah.

​Kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan.

​Transparansi serta integritas pengelolaan keuangan daerah.

​Keberlanjutan pelestarian lingkungan hidup.

​Implementasi inovasi daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial.

​Penghargaan tersebut diserahkan secara formal dalam Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 yang diselenggarakan di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (27/4). Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, dalam sambutannya menekankan bahwa pencapaian ini merupakan manifestasi dari transformasi data statistik menjadi indikator kinerja yang substantif. Beliau mengimbau agar kepala daerah tetap mengedepankan prinsip efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan sesuai dengan direktif Presiden.

​Berdasarkan data yang dirilis, Kabupaten Banyuwangi memperoleh skor akumulatif sebesar 3,8202, yang mengukuhkan statusnya dalam klasifikasi kinerja tertinggi.

Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi, Budi Santoso, memaparkan bahwa tren positif pembangunan daerah tercermin secara eksplisit melalui sejumlah indikator makroekonomi dan sosial:

​Reduksi Kemiskinan: Angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan konsisten pasca-pandemi, bergerak dari 8,07% (2021) menjadi 6,13% pada tahun 2025. Angka ini merupakan rekor terendah dalam sejarah capaian pembangunan Banyuwangi.

​Pertumbuhan Ekonomi Per Kapita: Terjadi eskalasi pendapatan per kapita masyarakat dari Rp62,08 juta pada tahun 2024 menjadi Rp67,08 juta pada tahun 2025.

​Peningkatan IPM: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencatatkan kenaikan signifikan dari 74,3 (2024) menjadi 75,17 (2025).

​Pelayanan Dasar: Sektor kesehatan menunjukkan performa maksimal dengan tingkat layanan terhadap kelompok rentan (balita, ibu hamil, dan menyusui) yang mencapai 100%.

​Selain itu, Banyuwangi mempertahankan supremasinya dalam bidang inovasi dengan meraih predikat Kabupaten Terinovatif selama delapan tahun berturut-turut (2018–2025). Dalam aspek akuntabilitas, daerah ini menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang berhasil meraih Predikat AA pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

​Komitmen Keberlanjutan Strategis
​Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara jajaran birokrasi, Forkopimda, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat. Beliau menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan Banyuwangi senantiasa diharmonisasikan dengan agenda nasional dan kebijakan pemerintah provinsi.

​Sebagai langkah prospektif, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk menindaklanjuti arahan Kemendagri terkait penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan kapasitas fiskal daerah, serta penguatan kemandirian ekonomi kerakyatan demi menjamin keberlanjutan pembangunan yang inklusif.

Reporter : Rio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

FKPB UPDATE GELAR DISKUSI PENDIDIKAN, BAHAS MASA DEPAN SEKOLAH DI KABUPATEN BANGKALAN

BANGKALAN || timesmerahputih - Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) bersama media dan komunitas Tanah Merah Update akan menggelar diskusi publik ...

FKPB Desak Pemerintah Pusat Turun Langsung Ke Petani Tembakau di Madura, Kalau di Perlukan Buatkan Otonomi Khusus Tembakau di Madura 

BANGKALAN || timesmerahputih.com-Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) mendesak Pemerintah Pusat untuk turun tangan dan hadir secara komprehensif dalam menata ekosistem ...

KEPALA BNN RI RAIH PENGHARGAAN TOKOH ANTI NARKOBA 2026

Jakarta -Times Merah putih.com//Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, meraih penghargaan sebagai Tokoh Anti Narkoba 2026 dalam ajang Appreciation Night ...

Unit Tipikor Polres Bangkalan dan Inspektorat Dikabarkan Turun ke Lokasi Dugaan Kasus PIP SMP Ujung Baru

BANGKALAN || timesmerahputih.co— Penanganan dugaan penyimpangan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Pelayaran Ujung Baru, Desa Baengas, Kecamatan Labang, ...

KASIHUMAS POLRES BANGKALAN UNGKAP KRONOLOGI PENANGKAPAN PELAKU CURANMOR DI KECAMATAN BLEGA

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Unit Reskrim Polsek Blega Polres Bangkalan berhasil mengamankan seorang pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua ...

Keluarga H. Hamim Thohari Gelar Pengajian dan Doa Bersama, Undang 50 Anak Yatim

Banyuwangi —Times merah putih.com//12 September 2026, Keluarga Bapak H. Hamim Thohari menggelar acara pengajian, tahlil, dan doa bersama dengan mengundang ...
error: Content is protected !!