Cak Nung Pimpin Audiensi Warga Rejosari, Soroti Izin Makam Tanpa Kesepakatan

Banyuwangi — Times Merah putih.com//Rencana pembangunan makam untuk kebutuhan Perumahan Rejensi di Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, menuai penolakan dari warga sekitar. Penolakan tersebut mencuat dalam audiensi yang digelar di Kantor Desa Rejosari, Rabu (20/5/2026).

Audiensi dipimpin langsung oleh moderator M.Shaleh, dan perwakilan dari masyarakat oleh Ketua LSM Garda Satu, Nurhadi, yang akrab disapa Cak Nung. Pertemuan itu dihadiri perwakilan masyarakat, tokoh masyarakat, Kepala Desa Rejosari Azis, Camat Glagah, unsur tiga pilar, serta Bhabinkamtibmas.

Dalam forum tersebut, warga mempertanyakan proses pemberian izin makam yang dinilai dilakukan tanpa melibatkan masyarakat sekitar melalui musyawarah bersama. Warga mengaku keberatan karena makam tersebut disebut diperuntukkan bagi penghuni perumahan, bukan warga asli Desa Rejosari.

“Masalahnya nanti makam itu bukan untuk warga Desa Rejosari, tapi untuk warga luar yang tinggal di perumahan. Sedangkan lokasinya berada di desa kami,” ujar salah satu warga dalam audiensi.

Ketua LSM Garda Satu, Cak Nung, menegaskan warga merasa tidak pernah diajak rembuk sebelum rencana tersebut berjalan.

“Kami kecewa karena warga sekitar tidak pernah diajak musyawarah. Tiba-tiba sudah ada izin terkait makam untuk perumahan. Padahal dampaknya nanti dirasakan masyarakat sekitar,” ujarnya.

LSM Garda Satu juga menilai proses perizinan tersebut berpotensi cacat hukum apabila benar dilakukan tanpa sosialisasi dan persetujuan warga terdampak.

“Kalau prosesnya tanpa melibatkan warga sekitar dan tidak ada musyawarah bersama, tentu ini menjadi pertanyaan besar. Kami menilai ada dugaan cacat prosedur dan harus dikaji ulang,” tegasnya.

Warga khawatir keberadaan makam baru akan berdampak terhadap lingkungan dan tata ruang desa, termasuk berkurangnya lahan pertanian serta potensi persoalan sosial di kemudian hari.

Salah satu warga, Sahlani, meminta pemerintah desa lebih terbuka dalam mengambil kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Kalau memang ada rencana seperti ini, seharusnya warga diajak bicara dulu. Jangan sampai keputusan diambil tanpa persetujuan masyarakat sekitar,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Desa Rejosari Azis menyatakan pihak desa akan menampung seluruh masukan warga dan menyampaikannya kepada pihak terkait, termasuk developer Perumahan Rejensi.

“Kami memahami aspirasi masyarakat dan akan mencari solusi terbaik agar persoalan ini tidak menimbulkan konflik di tengah warga,” ujar Azis.

Audiensi berlangsung kondusif meski suasana sempat memanas saat sejumlah warga mempertanyakan proses perizinan makam yang dianggap minim sosialisasi.

Warga berharap pemerintah daerah turun tangan untuk melakukan evaluasi dan kajian ulang agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat Desa Rejosari.

Redaksi ( NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Cak Nung Pimpin Audiensi Warga Rejosari, Soroti Izin Makam Tanpa Kesepakatan

Banyuwangi — Times Merah putih.com//Rencana pembangunan makam untuk kebutuhan Perumahan Rejensi di Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, menuai penolakan ...

LDKS PIJAR Ucapkan Selamat kepada Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at sebagai Ketua RMI NU Banyuwangi 2026–2031

BANYUWANGI – Times Merah putih.com//Lembaga Diskusi Kajian Sosial Pilar Jaringan Aspirasi Masyarakat (LDKS PIJAR) menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas ...

Desa Sukojati Banyuwangi Raih Penghargaan Nasional “Desa Matang Pengadaan” dari LKPP RI 

BANYUWANGI —Times Merah putih.com//Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi meraih penghargaan nasional. Sukojati menjadi 12 pemerintah desa terbaik se-Indonesia dalam tingkat ...

Acha Christie Gracelia: Membangun Personal Branding dari Dunia Hiburan ke Bisnis Kreatif Modern

Surabaya - Di era ekonomi digital yang bergerak begitu cepat, kesuksesan tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa terkenal seseorang, tetapi ...

Area Sekolah Islam Bujana Tirta Dipadati Parkir Liar, Satpam Justru Bilang “Siapa Melarang?”

Jakarta Timur, 19 Mei 2026 – Ketertiban di sekitar lingkungan Sekolah Islam Bujana Tirta, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, ...

Pengurusan Pelunasan Dipersulit, Nasabah Soroti Dugaan Penarikan Kendaraan Tidak Sah

Bekasi, 19 Mei 2026 — Seorang nasabah mengaku mengalami kesulitan saat hendak melakukan pelunasan pembiayaan sekaligus mengambil kembali kendaraan miliknya ...
error: Content is protected !!