SIDOARJO, 11 Agustus 2026 — Upaya membangun budaya integritas tidak selalu harus dilakukan melalui ruang-ruang formal. Nilai kejujuran, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab, dan sportivitas justru dapat tumbuh dari interaksi sederhana di tengah masyarakat.
Semangat itulah yang coba dihadirkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Korwil Jawa Timur melalui kegiatan Lomba Mancing Ikan Lele MAKI JATIM, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan yang mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 10.00–13.00 WIB, di Kolam Pancing SS, Desa Jumputrejo, Kabupaten Sidoarjo.
Bagi MAKI JATIM, kegiatan ini bukan semata agenda hiburan. Ada pesan sosial yang hendak disampaikan: bahwa membangun masyarakat yang berintegritas dapat dimulai dari hal-hal sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo menegaskan bahwa integritas merupakan nilai yang harus dibangun secara bersama-sama dan tidak hanya dibicarakan ketika terjadi persoalan korupsi.
Menurutnya, budaya integritas perlu ditanamkan dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dalam sebuah kompetisi.
“Integritas itu bukan hanya berbicara mengenai perkara besar. Integritas dimulai dari hal sederhana: jujur, mematuhi aturan, bertanggung jawab, dan menghormati hak orang lain. Nilai itu harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Heru.
Ia menjelaskan, pemilihan lomba memancing sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memiliki alasan tersendiri.
Memancing mengajarkan kesabaran dan ketekunan. Peserta harus mampu menunggu, membaca situasi, mengambil keputusan, dan menerima hasil. Dalam proses tersebut, peserta juga dituntut untuk mengikuti ketentuan perlombaan serta menghormati peserta lainnya.
“Kita ingin membuat kegiatan yang menyenangkan, tetapi tetap memiliki pesan. Masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi, berkompetisi, sekaligus mengingat kembali bahwa kejujuran dan sportivitas adalah bagian dari integritas,” katanya.
Lomba Mancing Ikan Lele MAKI JATIM menyediakan 130 lapak bagi peserta. Dari jumlah tersebut, 30 persen kuota dibuka untuk masyarakat umum.
Keterbukaan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut merasakan suasana peringatan kemerdekaan sekaligus memperluas ruang silaturahmi antarmasyarakat.
Sejumlah hadiah hiburan telah disiapkan untuk menambah kemeriahan kegiatan, di antaranya motor listrik, sepeda gunung, lemari es, televisi 55 inch, serta berbagai hadiah menarik lainnya.
Selain itu, peserta akan memperoleh kupon undian dan atribut resmi MAKI JATIM.
Meski menawarkan hadiah yang menarik, penyelenggara menekankan bahwa substansi kegiatan tidak berhenti pada persoalan menang atau kalah.
Yang lebih penting adalah terciptanya kompetisi yang sehat dan kebersamaan yang tetap terjaga.
Dalam sebuah kompetisi, kemenangan memang menjadi tujuan. Namun, menurut MAKI JATIM, kemenangan tidak boleh diperoleh dengan mengorbankan kejujuran dan sportivitas.
Karena itu, peserta diharapkan mampu mengikuti seluruh ketentuan lomba, menghormati sesama peserta, serta menjaga suasana kompetisi tetap kondusif.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang dibawa kegiatan.
Bersaing boleh, tetapi tetap bersaudara. Mengejar kemenangan boleh, tetapi tidak dengan mengabaikan aturan.
Nilai tersebut dianggap relevan dengan kehidupan masyarakat yang membutuhkan budaya saling menghormati dan menjunjung tinggi kepercayaan.
Dari sisi administrasi, peserta diwajibkan memenuhi persyaratan KTP/KK Jawa Timur.
Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan keterlibatan masyarakat Jawa Timur sekaligus mendukung tertib administrasi peserta.
Dengan jumlah lapak yang terbatas, masyarakat yang berminat mengikuti kegiatan tersebut dapat menghubungi panitia untuk mendapatkan informasi mengenai pendaftaran dan ketentuan lomba.
HUT KE-81 RI, MOMENTUM MEMPERKUAT KARAKTER BANGSA
Bagi MAKI JATIM, peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia merupakan momentum untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga tanggung jawab generasi saat ini.
Kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan karakter masyarakat.
Kejujuran harus menjadi kebiasaan.
Kepatuhan terhadap aturan harus menjadi budaya.
Tanggung jawab harus menjadi sikap.
Dan semangat gotong royong harus tetap menjadi kekuatan masyarakat.
Dalam konteks itu, kegiatan lomba mancing menjadi medium yang sederhana namun memiliki pesan yang luas.
Masyarakat berkumpul, bersilaturahmi, menikmati hiburan, dan berkompetisi. Pada saat yang sama, mereka diajak memahami bahwa nilai integritas dapat diterapkan dalam setiap ruang kehidupan.
MAKI JATIM: MENJAGA INTEGRITAS, MENJAGA INDONESIA
Gerakan antikorupsi pada akhirnya bukan hanya persoalan penindakan. Ia juga menyangkut pembangunan kesadaran dan budaya masyarakat.
Semakin kuat budaya jujur dan semakin tinggi penghormatan terhadap aturan, semakin besar pula fondasi kehidupan sosial yang sehat.
Melalui kegiatan tersebut, MAKI JATIM berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat: membangun kesadaran melalui kebersamaan, menyampaikan pesan melalui kegiatan yang merakyat, dan menjadikan integritas sebagai nilai yang dapat dipraktikkan oleh siapa saja.
Dari sebuah kolam pancing, pesan itu kemudian menjadi sederhana:
Sabar dalam menunggu.
Jujur dalam berkompetisi.
Sportif dalam menerima hasil.
Dan tetap menjaga persaudaraan.
Sebab integritas bukan sesuatu yang hanya dibicarakan.
Integritas adalah sesuatu yang harus dijalankan.
LOMBA MANCING IKAN LELE MAKI JATIM
Sabtu, 22 Agustus 2026
Pukul 10.00–13.00 WIB
Kolam Pancing SS, Desa Jumputrejo, Kabupaten Sidoarjo
130 Lapak | 30% Kuota Umum
Total Apresiasi Rp50.000.000
Informasi dan Pendaftaran:
M. Djauhari / Himawan
0821-3996-6775 / 0813-3779-1009
MAKI JATIM
Menjaga Integritas. Menjaga Indonesia.(Bagas)











