Giat Siraman Sedudo Disporabudpar Nganjuk Diwarnai Puluhan Stand Banner Bank Jatim, Pesanan Sponsorkah??

Nganjuk – Pada hari Minggu (28/06) di wisata Air Terjun Sedudo Nganjuk terlihat sangat semarak dengan berbagai hiasan dan tenda kegiatan berwarna merah putih yang terpasang dengan megah pada kawasan air terjun Sedudo Nganjuk.

Yah, pada hari Minggu tersebut, secara resmi berbasis anggaran APBD 2 Kabupaten Nganjuk, OPD Disporabudpar Kabuoaten Nganjuk menggelar giat “siraman Sedudo” atau yang biasa disebut dengan mandi tradisi yang telah rutin setiap tahun diselenggarakan.

Aroma dupa dan tembang jawa menjadi sajian syahdu tersendiri pada giat Siraman Sedudo dan lebih memberikan nuansa “sakral” seiring dengan pelaksanaan giat siraman Sedudo tersebut.

Anggaran pelaksanaan giat “siraman Sedudo” tersebut diambilkan pada alokasi tahun anggaran2026 pada APBD 2 Kabupaten Nganjuk yang dikelola oleh Disporabudpar Kabupaten Nganjuk berbasis data pada SIRUP LKPP TA 2026 OPD Disporabudpar Nganjuk dengan kode anggaran “belanja penyelenggaran acara” tanpa menyebutkan penyelenggaran acara apakah yang dimaksud.

Menjadi sebuah pertanyaan yang mengarah kepada hal yang sifatnya multi tafsir ketika ditemukan berjejer dengan rapi stand banner pada bambu milik PT Bank Jatim, Tbk yang merupakan BUMD Pemprov Jatim.

Keberadaan kurang lebih 65 tiang bambu banner Bank Jatim yang ditengarai sudah terpasang H-3 pada giat siraman Sedudo tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar, apakah Bank Jatim juga mensponsori giat siraman Sedudo tersebut, dimana pada banner back drop kegiatan siraman Sedudo Nganjuk, hanya ada logo Pemkab Nganjuk dan tidak ditemukan logo Bank Jatim pada banner tersebut.

Lebih parah lagi, pada banner bank jatim yang jumlahnya puluhan tersebut, tidak ditemukan Cap atau Stempel dari Dinas Perijinan Kabupaten Nganjuk,sehingga bisa dikatakan bahwa ada dugaan “praktek perjanjian dibawah meja” antara OPD Disporabudpar Kabupaten Nganjuk dengan Managemen sponsor Bank Jatim yang tertunya apabila hal tersebut benar terjadi maka dugaan perilaku koruptif akan menyeruak ke atas permukaan.

Semua banner Bank Jatim yang jumlahnya 65 unit tersebut dengan tanpa ada stempel atau Cap resmi dari Dinas yang membidangi perijinan untuk pemasangan banner pada lokasi wisata tentunya berimbas dan mengarah kepada adanya fakta pendapatan asli daerah (PAD) dari perijinan pemasangan banner pada lokasi wisata telah diduga sukses dimanipulasi oleh oknum tertentu.

Sementara media merilis keberadaan banner Bank Jatim tanpa ada cap atau stempel dari perijinan daerah Kabupaten Nganjuk, usaha untuk meminta klarifikasi juga akan disampaikan kepada Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk, Gunawan berkenaan dengan tudingan diatas. (Wwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Polres Bangkalan Dalami Dugaan Kasus Penipuan yang Viral di Medsos, Sudah Masuk Tahap Penyidikan

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Polres Bangkalan merespons kasus dugaan penipuan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Kasus yang menyita perhatian ...

Pemdes Pangelean Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada H. Syafiudin Asmoro, Doakan Terus Berjuang untuk Rakyat Madura

BANGKALAN – Pemerintah Desa Pangelean, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada H. Syafiudin Asmoro, Anggota ...

Janji Ketiga! Proyek RPU Pasar Baba’an Surabaya Ditarget Rampung 30 November, Pedagang Tagih Kepastian

SURABAYA, 5 November 2026 – Pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU) Pasar Baba'an, Surabaya, akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Kota Surabaya ...

Polres Bangkalan Ungkap Kasus Pencabulan di Galis, Kakek 74 Tahun Setubuhi Gadis Hingga Melahirkan

BANGKALAN || timesmerahputih.com-Polres Bangkalan mengungkap kasus pencabulan yang terjadi di wilayah Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Pelaku seorang pria lanjut usia ...

Pengacara LL Bantah Isu Suap, Sebut Uang yang Dibayarkan sebagai Fee Lawyer

SURABAYA – Pengacara Soegeng, S.H., angkat bicara menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait perempuan berinisial LL yang mengaku ...

Lapas Banyuwangi Gelar Baksos untuk Keluarga Warga Binaan di Aula Sahardjo

BANYUWANGI — Times Merah putih.com//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) dengan menyalurkan puluhan paket sembako ...
error: Content is protected !!