Jembatan Baru di Desa Alasbulu Alami Longsor, Diduga Alami Kegagalan Fungsi Konstruksi

Banyuwangi – Timesmerahputih.com | Jembatan yang baru dibangun di Desa Alasbulu, Banyuwangi, dilaporkan mengalami longsor pada bagian pondasi, Minggu (11/1/2026).

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran serius dan dinilai mengarah pada kegagalan fungsi konstruksi, mengingat bangunan belum lama difungsikan namun sudah menunjukkan kerusakan struktural yang signifikan.

Berdasarkan laporan warga dan pantauan langsung di lokasi, bagian bawah jembatan terlihat ambles.

Pondasi penyangga dilaporkan mengalami longsor, sementara badan jembatan menunjukkan retakan yang jelas dan berpotensi melebar. Situasi ini dinilai sangat rawan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Dari bawah terlihat pondasinya sudah longsor dan badan jembatan retak. Kondisinya sangat berbahaya bagi pengendara,” ujar pelapor yang berada di lokasi kejadian.

Jembatan tersebut merupakan akses penting bagi lalu lintas kendaraan dari arah Situbondo menuju Banyuwangi.

Namun alih-alih memberi rasa aman, kondisi jembatan justru memicu keresahan publik karena berpotensi menimbulkan kecelakaan serius jika tidak segera ditangani.

Munculnya kerusakan struktural pada jembatan baru ini juga menimbulkan indikasi lemahnya pengawasan proyek, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pasca-pembangunan.

Publik menilai, infrastruktur yang dibangun dengan anggaran negara seharusnya memenuhi standar keselamatan dan ketahanan jangka panjang.

Warga mendesak instansi berwenang untuk segera melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh, menghentikan sementara penggunaan jembatan bila diperlukan, serta memasang rambu peringatan dan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah jatuhnya korban.

Selain itu, masyarakat dan komunitas pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas, khususnya dengan tidak mengambil jalur di sisi jembatan yang terdampak longsor dan keretakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan atas kerusakan jembatan tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera bertindak cepat dan transparan demi menjamin keselamatan publik serta mencegah terulangnya kejadian serupa. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

*Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 23 Ribu Benih Lobster*

BANYUWANGI — Times Merah putih.com//Unit I Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap dan menindak kasus dugaan tindak pidana ...

Kapolres Bangkalan Takziah ke Rumah Duka Istri Kasat Samapta

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bangkalan Ny. Tiffany Wibowo melaksanakan takziah ...

PW FRN DPC Banyuwangi Kecam Keras Dugaan Intimidasi Wartawan, Minta Pelaku Diproses dan Proyek Swakelola Dievaluasi

BANYUWANGI – Times Merah putih.com//Pengurus Wilayah Fast Respon Nusantara (PW FRN) DPC Banyuwangi mengecam keras dugaan intimidasi terhadap wartawan saat ...

DPPKP BANGKALAN GELAR PELATIHAN ROTAVATOR DI BURNEH, LIBATKAN PPL DAN KELOMPOK TANI

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan teknis petani serta operator, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan ...

KONDISI EKONOMI SULIT, FORUM PEMUDA BANGKALAN DESAK PEJABAT HADIRKAN PROGRAM NYATA

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com-Kondisi perekonomian warga Bangkalan yang masih terpuruk menjadi sorotan Forum Pemuda Bangkalan. Organisasi kepemudaan ini mendesak ...

PEMKAB BANGKALAN KEBUT BANGUN SEKOLAH RAKYAT DI GEGER, TARGET DIGUNAKAN 2027

BANGKALAN | Times Merah Putih.Com– Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Kaktol Barat, Kecamatan ...
error: Content is protected !!