Kapolresta Banyuwangi Ajak Masyarakat Jaga Budaya dan Keamanan Daerah Usai Pelepasan Kapolresta Lama

Banyuwangi — Timesmerahputih.com | Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan pesan mendalam terkait pentingnya budaya, etos, dan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan nama baik daerah, usai menghantarkan pelepasan Kapolresta Banyuwangi sebelumnya, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.

Dalam keterangannya, Kombes Pol. Rofiq menegaskan bahwa Banyuwangi memiliki etos dan budaya yang sangat kuat, khususnya dalam menjaga nama baik daerah. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat dan dijaga bersama, karena budaya bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan ringkasan dari cipta, karya, dan karsa masyarakat itu sendiri.

“Etos masyarakat Banyuwangi sangat tinggi dalam menjaga nama baik. Dengan budaya yang luar biasa ini, saya berharap Banyuwangi bisa menjadi contoh, menjadi role model di Pulau Jawa, bahkan bisa dicontoh oleh daerah-daerah lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa budaya yang baik lahir dari proses panjang dan akan membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, budaya-budaya baik yang sudah ada harus terus dilanjutkan dan dipelihara. Apabila terdapat perilaku yang dirasa kurang selaras dengan nilai budaya setempat, Kombes Pol. Rofiq mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani melakukan perubahan agar tetap sejalan dengan karakter dan jati diri Banyuwangi.

“Ayo kita teruskan budaya baiknya, kita jaga bersama. Kalau ada yang kurang pas dan bertentangan dengan nilai budaya, mari kita ubah agar selaras dengan budaya yang ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolresta Banyuwangi menekankan bahwa menjaga Banyuwangi tidak mungkin hanya dibebankan kepada institusi kepolisian semata. Menurutnya, keamanan dan ketertiban akan terwujud secara optimal apabila seluruh masyarakat ikut berperan aktif, minimal dengan menjadi “polisi bagi dirinya sendiri”.

Ia mengingatkan bahwa gagasan tersebut sebenarnya telah digaungkan sejak era reformasi, yakni konsep bahwa semangat dan nilai-nilai kepolisian harus hidup di dalam jiwa setiap warga negara. Dengan kesadaran tersebut, masyarakat diharapkan mampu menjaga perilaku, menaati aturan, serta berkontribusi langsung dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

“Tidak mungkin Banyuwangi dijaga hanya oleh polisi. Saya berharap masyarakat Banyuwangi bisa menjadi polisi untuk dirinya sendiri. Jika itu bisa dilaksanakan, maka kami di kepolisian hanya tinggal mengakselerasikan program-program di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Kombes Pol. Rofiq, sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan keamanan, ketertiban, keadilan, kemanfaatan, serta kepastian hukum yang dijamin oleh negara. Dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif tersebut, Banyuwangi diyakini mampu terus tumbuh sebagai daerah yang aman, berbudaya, dan menjadi teladan bagi wilayah lain.

Menutup pernyataannya, Kapolresta Banyuwangi kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Banyuwangi, tidak hanya sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai rumah bersama yang harus dirawat dengan nilai budaya, etos kerja, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Rutinitas Apel Setiap Pagi SMKN 1 Tanjungbumi Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan Siswa

BANGKALAN — SMK Negeri 1 Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menerapkan kegiatan apel pagi sebagai bagian dari pembiasaan positif untuk ...

Pelantikan Anggota BPD Desa Dadapan Periode 2026–2034, Pemdes Berharap Sinergi untuk Kemajuan Desa

BANYUWANGI, -TIMES MERAH PUTIH.COM // Pemerintah Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan anggota ...

Perkara Inisial Akh di Polresta Sidoarjo Disorot, Kecukupan Alat Bukti dan Kepastian Hukum Harus Menjadi Prioritas

SIDOARJO, 27 Oktober 2026 – Penanganan perkara yang melibatkan seseorang berinisial AKH di Polresta Sidoarjo menjadi perhatian dalam konteks penegakan ...

Oknum Kades di Bangkalan Diduga Aniaya Perawat Saat Bertugas, Dinkes dan PPNI Sepakat Tempuh Jalur Hukum

BANGKALAN || TimesMerahPutih.com– Dugaan tindak kekerasan terhadap tenaga kesehatan (Nakes) kembali mencoreng dunia pelayanan publik di Kabupaten Bangkalan. Seorang perawat ...

Sambut Kapolresta Baru, Pemkab dan Elemen Masyarakat Banyuwangi Siap Perkuat Sinergitas 

BANYUWANGI, -Times Merah putih.com//Momen pergantian pucuk pimpinan di tubuh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Senin ...

​Kenal Pamit Kapolresta Banyuwangi, Momentum Perkokoh Sinergi Pemerintah dan Elemen Masyarakat

BANYUWANGI, Momen pergantian pucuk pimpinan di tubuh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Senin (26/10/2026) malam ...
error: Content is protected !!