Ketua ARB Muji Mundar Tolak “Kampung Rusia” di Banyuwangi: Desak Penegakan Hukum Tanpa Toleransi

BANYUWANGI —Times merah putih.com//Gelombang penolakan terhadap keberadaan “Kampung Rusia” di Banyuwangi kian menguat. Ketua Aliansi Rakyat Banyuwangi (ARB), Muji Mandar, secara tegas menyatakan sikap kerasnya: tidak ada ruang bagi pihak asing yang diduga meresahkan dan merugikan warga lokal.

Dalam pernyataannya, Muji Mandar menilai keberadaan komunitas tersebut bukan sekadar isu sosial biasa, melainkan telah menyentuh aspek kedaulatan hukum dan rasa keadilan masyarakat. Ia menegaskan, jika benar terdapat oknum warga negara asing yang melakukan pelanggaran atau tindakan merugikan warga, maka aparat penegak hukum wajib bertindak tanpa kompromi.

“Ini bukan soal asal negara, ini soal keadilan. Siapa pun yang melanggar hukum di tanah Banyuwangi harus diproses. Tidak boleh ada perlakuan istimewa hanya karena status atau kewarganegaraan,” tegasnya dengan nada tinggi.

Lebih lanjut, Muji Mandar mendesak aparat kepolisian, imigrasi, serta pemerintah daerah untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap aktivitas di kawasan yang disebut sebagai “Kampung Rusia”. Ia menilai, pembiaran terhadap dugaan pelanggaran hanya akan memicu keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Jangan sampai Banyuwangi jadi tempat bebas bagi oknum asing yang tidak menghormati aturan. Jika terbukti ada pelanggaran, kami minta tindakan tegas: proses hukum, deportasi, dan penertiban total,” lanjutnya.

ARB juga mengingatkan bahwa masyarakat Banyuwangi dikenal terbuka terhadap wisatawan dan investor asing, namun keterbukaan tersebut tidak boleh disalahgunakan. Kedaulatan hukum, menurut Muji Mandar, adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai tudingan tersebut. Namun tekanan publik terus meningkat, dan aparat diharapkan segera mengambil langkah konkret guna menjaga kondusivitas daerah.

Situasi ini menjadi ujian bagi penegakan hukum di Banyuwangi apakah mampu berdiri tegak di atas prinsip keadilan, atau justru tunduk pada tekanan dan kepentingan tertentu.

Reporter NURSALIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Jaga Kebersihan Pelabuhan, Polsek Gilimanuk Bersama Lintas Instansi Gelar Aksi Bersih-Bersih

JEMBRANA – Times Merah putih.com//Menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih ...

MAKI Jatim Gagas Panggung Besar Ekonomi Kreatif di Banyuwangi, 80 Booth Dorong UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Global

SIDOARJO — Banyuwangi kembali diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Kali ini, panggung tersebut ...

Aksi Inovatif Polsek Gubeng Hadirkan Gerobak JUPE, Bagikan 150 Paket Nasi Bungkus Langsung Dipinggir Jalan

Surabaya — Polsek Gubeng kembali menghadirkan terobosan kreatif dalam program JUPE (Jumat Peduli). Kali ini, kepedulian kepada masyarakat dikemas secara ...

Hadiri Rakor LP2B Jatim, Wabup Bangkalan Pertanyakan Status Lahan Industri di Peta LSD, Ini Jawaban Menteri ATR/BPN

SURABAYA || timesmerahputih.com– Wakil Bupati Bangkalan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang digelar di Ruang Hayam ...

Satlantas Polres Bangkalan Gerak Cepat Tangani dan Evakuasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Galis

BANGKALAN || timesmerahputih.com– Satlantas Polres Bangkalan bergerak cepat menangani kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Desa Paterongan, Kecamatan ...

‎HKGB ke-74 di Pulau Santen, Bhayangkari Jatim Padukan Kepedulian Sosial dan Pelestarian Pesisir

Banyuwangi– Timesmerahputih.com | Kepedulian terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan pesisir menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 ...
error: Content is protected !!