Kuasa Hukum Soroti Dugaan Arogansi WNA: “Banyuwangi Bukan Wilayah Tanpa Martabat

Spread the love

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Kuasa hukum dugaan korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) di Banyuwangi menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Tindakan kekerasan yang menimpa kliennya dinilai bukan sekadar peristiwa pidana biasa, melainkan mencerminkan potensi arogansi yang tidak bisa ditoleransi di wilayah hukum Indonesia, khususnya di Banyuwangi.

Menurut kuasa hukum, peristiwa ini harus dibongkar secara terang benderang, terutama terkait motif di balik tindakan brutal tersebut. Tidak boleh ada pembiaran terhadap perilaku WNA yang bertindak sewenang-wenang tanpa menghormati norma hukum dan sosial yang berlaku.

“Kami mempertanyakan, apa yang mendasari keberanian pelaku hingga tega melakukan penganiayaan di tanah yang bukan miliknya,” tegasnya.

Lebih lanjut, kuasa hukum menilai bahwa Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kearifan lokal, toleransi, dan kehidupan sosial yang harmonis. Namun, insiden ini justru mencoreng citra tersebut dan memunculkan kekhawatiran akan adanya sikap-sikap superioritas dari pihak asing terhadap warga lokal.

Ia juga mengingatkan bahwa negara tidak boleh kalah oleh individu, terlebih jika yang bersangkutan adalah warga negara asing. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu. “Tidak boleh ada kesan bahwa hukum kita tumpul ke atas atau lunak terhadap pihak asing yang melakukan pelanggaran,” lanjutnya dengan nada kritis.

Kuasa hukum turut menyoroti potensi bahaya jika fenomena seperti ini dibiarkan. Banyuwangi tidak boleh menjadi ruang tumbuhnya “enklave asing” yang kebal terhadap hukum nasional. Istilah “kampung asing” yang kerap muncul di daerah lain tidak boleh terjadi di Banyuwangi. Kedaulatan hukum dan sosial masyarakat lokal harus tetap menjadi prioritas utama.

Sebagai penutup, pihak kuasa hukum menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan profesional, serta memastikan keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan.

“Banyuwangi tetap Banyuwangi. bermartabat, berdaulat, dan tidak tunduk pada arogansi siapa pun,” pungkasnya

Reporter ( NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Diskusi Santai di Tengah Hangatnya CFD Blambangan: Ruang Rakyat, Ruang Gagasan

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi, selalu menghadirkan nuansa berbeda setiap pekannya. Selain ...

Dari Jeda Menuju Laga Besar: Banyuwangi Bersiap Gelar “Piala Dunia” AHYFC

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Suasana hangat dan penuh sukacita dalam momentum Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah perlahan mulai bergeser. Masa jeda ...

Kapolres Karangasem hadiri Persembahyangan Hari Raya Saraswati di Pura Padmasana Polres

KARANGASEM - Times Merah putih.com//Memperingati Hari Raya Saraswati yang jatuh pada hari Sabtu (4/4), Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika, ...

Jalur Menuju ASDP Ketapang Berangsur Lancar, Polresta Banyuwangi Optimalkan Buffer Zone Bulusan untuk Kendaraan Besar

Banyuwangi – Timesmerahputih.com | Upaya intensif personel Polresta Banyuwangi dalam mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur menuju Pelabuhan ASDP ...

Halal Bihalal MAKI Jatim Bersama Group Pokja Djoko Dolog, Lahir Tekad Mengawal Kebenaran

Pasuruan, 4 April 2026 — Ada yang berbeda dari hangatnya halal bihalal di Vila Sabar PTPN Prigen, Pasuruan, pada Syawal ...

Surat Edaran Pemkab Banyuwangi Jadi Sorotan, Tupoksi Satpol PP Dipertanyakan

Banyuwangi -Times Merah putih.com//Koordinator Sekretariat Bersama (SEKBER) Cendekiawan Patriot (CEPAT) Fahmi Ibnu Kholidin mengkritik keras Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL ...
error: Content is protected !!