MAKI Jatim Bagikan 1.000 Paket Ta’jil di Hari ke-25, Menyulam Kepedulian Menuju Kemenangan Idul Fitri 1447 H

Sidoarjo, 15 Maret 2026 — Ramadan tidak pernah hadir sekadar sebagai pergantian waktu dalam kalender Hijriah. Ia datang membawa pesan yang lebih dalam: mengetuk nurani manusia agar kembali mengingat hakikat kehidupan.
Di bulan yang penuh berkah ini, manusia diajak berhenti sejenak dari kesibukan mengejar dunia. Ramadan mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang dimiliki, tetapi tentang seberapa besar seseorang mampu memberi arti bagi orang lain.
Puasa mengajarkan kesederhanaan yang kerap terlupakan. Ketika lapar dan dahaga ditahan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, manusia belajar memahami rasa yang mungkin setiap hari dirasakan oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Dari sanalah empati lahir. Dari sanalah hati menjadi lebih peka terhadap sesama.

Pada hari ke-25 Ramadan 1447 H, suasana sore di kawasan Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, tepatnya di depan Kantor Dinas Kehutanan Jawa Timur, tampak berbeda dari biasanya. Deru kendaraan yang melintas silih berganti di tengah kepadatan lalu lintas menjadi saksi hadirnya sebuah aksi kemanusiaan yang sederhana namun penuh makna.

Di tengah hiruk pikuk kota menjelang waktu berbuka puasa, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas.

Para relawan berdiri di tepi jalan dengan wajah penuh kehangatan. Dengan senyum tulus, mereka menyapa setiap pengendara yang melintas mulai dari pengemudi ojek online, pekerja harian, hingga warga yang pulang dari aktivitasnya.

Satu per satu paket ta’jil diberikan dengan penuh keikhlasan.

Isi paket yang dibagikan memang sederhana, namun sarat makna kebersamaan:

– 250 paket bihun goreng bakso dengan irisan telur dadar
– 250 paket kurma
– 250 botol es melon sirup dengan irisan blewah segar
– 250 paket gorengan berisi donat coklat, dadar jagung, ote-ote, dan tahu isi.

Bagi sebagian orang, paket tersebut mungkin hanya sekadar hidangan pembuka puasa. Namun bagi mereka yang memahami nilai kemanusiaan, setiap paket yang diberikan adalah simbol kepedulian.

Ia menjadi tanda bahwa di tengah kerasnya kehidupan kota, masih ada hati yang memilih untuk berbagi.

Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Menurutnya, rasa syukur tidak cukup diucapkan dengan kata-kata semata. Syukur sejati harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi orang lain.
“Ketika kita memiliki kemampuan untuk berbagi, di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.

Bagi MAKI, kegiatan ini tidak sekadar aksi sosial biasa. Organisasi yang dikenal aktif dalam gerakan melawan korupsi itu meyakini bahwa perubahan sosial tidak hanya lahir dari penegakan hukum.

Perubahan sejati juga lahir dari kesadaran moral masyarakat.

Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Dari nilai-nilai tersebut akan lahir masyarakat yang lebih adil, jujur, dan bermartabat.

Menjelang waktu berbuka puasa, langit senja perlahan berubah warna. Semburat jingga menghiasi cakrawala, memberikan suasana damai di tengah kesibukan kota.

Para relawan masih terus membagikan ta’jil kepada pengendara yang melintas. Senyum kecil terlihat di wajah para penerima. Tidak ada panggung megah. Tidak ada perayaan besar.

Namun ada kebahagiaan yang tulus.
Karena sering kali, kebahagiaan yang paling jujur justru lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang ikhlas.

Ta’jil yang dibagikan di persimpangan jalan itu seolah menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat. Bahwa di balik kerasnya dinamika kota, selalu ada ruang bagi kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan.

Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang ibadah pribadi antara manusia dan Tuhannya.
Ramadan juga tentang bagaimana manusia memperbaiki hubungannya dengan sesama.

Sebab kemuliaan seseorang tidak diukur dari apa yang dimilikinya, melainkan dari seberapa besar ia mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Dan di tengah lalu lintas yang terus bergerak di Kota Sidoarjo sore itu, sebuah pelajaran sederhana kembali terasa nyata: bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu memiliki kekuatan untuk menghadirkan harapan.
Sebab ketika manusia saling peduli, di situlah nilai kemanusiaan menemukan maknanya yang paling sejati. (Wwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

DPD LIRA Bangkalan Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Kanopi dan Sejumlah Pengadaan di UTM ke Kejati Jatim

SURABAYA || timesmerahputih.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bangkalan resmi melaporkan dugaan penyimpangan pengadaan barang dan ...

2026 Kerja Ketum Fast Respon Agus Flores, Sunyi Senyap, Memantau Langsung Seluruh Polda- Polres, apakah Mereka Kerja Sesuai Visi Misi Kapolri atau Tidak.?

JAKARTA, Langkah Progam Ketum Fast Respon Agus Flores Patut Diajukan Jempol, Pasalnya Hubugan Dekat Antara Kapolri Jendral Pol Suyudi Ario ...

Pemerintah Kecamatan Tanah Merah, Buka Stand di Pekan Raya Bangkalan

Foto Dokumentasi Stand Keikutsertaan Pemerintah Kecamatan Tanah, di Pekan Raya Bangkalan BANGKALAN – Pemerintah Kecamatan Tanah Merah turut memeriahkan gelaran ...

Aruf Kenzo Apresiasi Kemenag Bangkalan Salurkan Air Bersih ke Enam Desa, Termasuk Mano’an

BANGKALAN || timesmerahputih.com - Kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, mendapat apresiasi dari aktivis muda ...

Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo Lepas Mahasiswa untuk Ikuti Apel Kebangsaan di Mapolda Jatim

BANGKALAN || timesmerahputih.com - Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. melaksanakan pelepasan mahasiswa Bangkalan yang akan mengikuti Apel Kebangsaan di ...

BEM UTM Geruduk Pemkab, Bupati Bangkalan Janji Perketat Keamanan Jalan Menuju Kampus

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Keamanan di sekitar ruas jalan menuju kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi sorotan utama dalam aksi Badan ...
error: Content is protected !!