Murid SDN Kraton 3 Bangkalan Keluhkan Uang Jajan Ludes Bayar Denda Rp10 Ribu, Kepsek Bantah: Itu Bohong

BANGKALAN || timesmerahputih.com– Polemik dugaan pungutan di SDN Kraton 3 Bangkalan kembali mencuat. Setelah sebelumnya ramai pemberitaan soal dugaan pembelian buku paket, kini muncul pengakuan seorang siswa melalui media sosial yang mengaku uang jajannya habis karena dikenai denda oleh tenaga pendidik.

Pengakuan itu disampaikan melalui kolom komentar akun TikTok. Pemilik akun dengan nama menggunakan huruf Cina tersebut menuliskan kekecewaannya.
“Pak saya anak Kraton 3 Bangkalan nggak terima uang jajan saya habis karena suruh bayar denda. Cuma bicara saya udah kena denda sebesar Rp 10.000,”_ tulis pemilik akun tersebut.
Informasi yang dihimpun, pemilik akun TikTok itu memang merupakan siswa aktif di SDN Kraton 3 Bangkalan. Seorang sumber yang mengetahui identitas siswa tersebut membenarkan hal itu. “Ya benar, pemilik akun tersebut adalah murid Kraton 3 kelas 4,”terang sumber, Selasa (18/8/2026).
Pernyataan ini memperkuat bahwa keluhan tersebut bukan unggahan anonim, melainkan berasal dari peserta didik di sekolah tersebut.
Menanggapi viralnya komentar tersebut, Diah Yulia Rossa, Kepala SDN Kraton 3 Bangkalan mengaku terkejut dan membantah adanya denda seperti yang dituduhkan.
“Waalaikumsalam…. Astaghfirullah kok ada² saja… Gk ada spt itu mas… Berita bohong itu”ujar Diah melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Kepsek kembali menegaskan tidak ada kejadian seperti itu di sekolahnya.
“Maaf mas sy tdk bs mengomentari atau mengklarifikasi krn berita itu bohong. Hal spt itu tdk ada… Apa yg mau diklasifikasikan 🙏🏻🙏🏻”tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari guru yang diduga melakukan denda tersebut.
Jika benar ada oknum guru yang menetapkan denda di luar ketentuan resmi sekolah, maka tindakan tersebut tidak bisa dianggap sepele. Hal ini perlu dievaluasi secara tegas oleh pihak berwenang karena berpotensi mencederai prinsip pembinaan peserta didik dan dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan kewenangan di lingkungan sekolah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan diharapkan segera menelusuri kebenaran informasi ini agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan orang tua murid dan masyarakat.
(Azis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Barisan Muda Willy (BMW) Yang Dibina Anggota DPR-RI Willy Aditya Gelar Diksusi Libatkan JM-GPMI, BIMA, JAM-HMI Dan KM-APN

Foto: Diskusi Figur Willy Aditiya Anggota DPR RI Dapil Madura Jawa Timur, Dalam Membumikan Pemikiran Surya Paloh BANGKALAN-Peran Anggota DPR-RI ...

Polres Bangkalan Ungkap Kronologi Percobaan Pencurian Dengan Kekerasan di Jalan Raya Pedeng Socah

BANGKALAN || timesmerahputih.com – Polres Bangkalan melalui Kasi Humas Polres Bangkalan, IPDA Agung Intama, menyampaikan klarifikasi terkait peristiwa percobaan pencurian ...

DPD LIRA Bangkalan Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Kanopi dan Sejumlah Pengadaan di UTM ke Kejati Jatim

SURABAYA || timesmerahputih.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bangkalan resmi melaporkan dugaan penyimpangan pengadaan barang dan ...

2026 Kerja Ketum Fast Respon Agus Flores, Sunyi Senyap, Memantau Langsung Seluruh Polda- Polres, apakah Mereka Kerja Sesuai Visi Misi Kapolri atau Tidak.?

JAKARTA, Langkah Progam Ketum Fast Respon Agus Flores Patut Diajukan Jempol, Pasalnya Hubugan Dekat Antara Kapolri Jendral Pol Suyudi Ario ...

Pemerintah Kecamatan Tanah Merah, Buka Stand di Pekan Raya Bangkalan

Foto Dokumentasi Stand Keikutsertaan Pemerintah Kecamatan Tanah, di Pekan Raya Bangkalan BANGKALAN – Pemerintah Kecamatan Tanah Merah turut memeriahkan gelaran ...

Aruf Kenzo Apresiasi Kemenag Bangkalan Salurkan Air Bersih ke Enam Desa, Termasuk Mano’an

BANGKALAN || timesmerahputih.com - Kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, mendapat apresiasi dari aktivis muda ...
error: Content is protected !!