Operasi Keselamatan 2026 Sukses, Nyawa Terselamatkan Meningkat, Kakorlantas: Korban Meninggal Turun 51,06 Persen

Jakarta, – Times merah putih.com//Korps Lalu Lintas Polri mencatat capaian menggembirakan dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026 yang digelar selama 14 hari, 2 hingga 15 Februari 2026. Di balik angka dan data statistik, ada kabar yang jauh lebih bermakna: semakin banyak nyawa yang berhasil diselamatkan di jalan raya.

Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun drastis hingga 51,06 persen dibandingkan periode sebelum operasi.

“Alhamdulillah, secara umum Operasi Keselamatan 2026 berjalan dengan baik. Ini bukan hanya soal penindakan, tetapi soal menyelamatkan nyawa. Dan itu yang paling membahagiakan,” ujarnya saat memaparkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Penurunan angka kematian tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan humanis yang dikedepankan dalam operasi ini membuahkan hasil. Petugas tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas mulai dari penggunaan helm, sabuk pengaman, hingga kepatuhan terhadap rambu dan batas kecepatan.

Di lapangan, sinergi dengan berbagai pihak turut memperkuat dampak operasi. Pemerintah daerah, dinas perhubungan, komunitas otomotif, hingga relawan keselamatan jalan bersama-sama mengampanyekan budaya tertib berlalu lintas. Pesan sederhana namun mendalam terus digaungkan: keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Bagi keluarga korban kecelakaan, satu nyawa yang terselamatkan berarti satu keluarga yang tetap utuh. Itulah makna sesungguhnya dari keberhasilan operasi ini. Angka 51,06 persen bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari berkurangnya duka di rumah-rumah masyarakat Indonesia.

Kakorlantas berharap, kesadaran yang telah terbangun selama Operasi Keselamatan 2026 tidak berhenti ketika operasi usai. Menurutnya, disiplin berlalu lintas harus menjadi kebiasaan, bukan karena takut ditilang, melainkan karena peduli pada diri sendiri dan orang lain.

“Keselamatan bukan hanya tugas polisi, tetapi tugas kita semua. Mari kita jaga budaya tertib berlalu lintas agar jalan raya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Operasi boleh selesai, namun semangat menjaga keselamatan di jalan raya diharapkan terus hidup demi setiap perjalanan yang kembali dengan selamat ke rumah.

Reporter ( NURSALIM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Kapolda Jatim Gaungkan Semangat Jogo Jawa Timur di Pagelaran Wayang Kulit Hari Bhayangkara ke – 80

Banyuwangi - Timesmerahputih.com | Ribuan warga memadati Taman Blambangan, Banyuwangi menyaksikan pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka menyongsong Hari ...

Ketua DPC Demokrat Banyuwangi Bantah Keras Isu Libatkan AHY dalam Dugaan Korupsi MBG

Banyuwangi – Munculnya isu yang mengaitkan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, dengan dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ...

Pengelolaan Dana Hibah Pesparawi X Kalbar Tahun 2023 di Melawi Masih Didalami, Publik Tunggu Transparansi Penegakan Hukum

Melawi, - 14 Juni 2026.Proses pendalaman terhadap pengelolaan dana hibah kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) X Tingkat Provinsi Kalimantan ...

PERSAMI KKRI di Wilayah Kodim 0825/Banyuwangi Jadi Wadah Pembentukan Jiwa Nasionalisme Pelajar

BANYUWANGI – Sebanyak 200 siswa MAN 1 Banyuwangi mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang dikemas dalam kegiatan Kemah Kebangsaan dan ...

Becak Modifikasi Isi Pertalite dalam Jumlah Besar di SPBU Simangambat Diselidiki, Kapolres Madina: Jika Ada Unsur Pidana Akan Ditindak

Mandailing Natal – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite oleh sebuah becak motor yang telah dimodifikasi dengan tangki ...
error: Content is protected !!