BANGKALAN || TimesMerahPutih.com– Pelayanan di Puskesmas Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, dikeluhkan warga. Di tengah pergantian Kepala Puskesmas (Kapus) yang baru belum genap satu bulan menjabat, sejumlah persoalan pelayanan mencuat dan menjadi sorotan masyarakat.
Keluhan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi serius bagi pengelola puskesmas maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan.
Salah satu keluhan datang dari Kepala Desa Pesanggrahan. Ia mengaku mendapat pelayanan yang kurang memuaskan saat berobat di Puskesmas Kwanyar beberapa waktu lalu.
Menurut keterangannya, petugas menyampaikan bahwa obat yang dibutuhkannya sedang kosong dan menyarankan agar membeli di apotek luar.
Kejanggalan muncul setelah ia menyampaikan protes. Obat yang sebelumnya dinyatakan tidak tersedia, justru kemudian dikeluarkan oleh petugas.
“Awalnya saya diberi tahu obatnya kosong dan disuruh membeli di apotek. Tetapi setelah saya protes, obat itu justru dikeluarkan. Ternyata obatnya ada,” ungkap Kades Pesanggrahan.
Peristiwa tersebut menimbulkan tanda tanya terkait transparansi informasi ketersediaan obat dan alur pelayanan kepada pasien. Meski demikian, kronologi tersebut masih membutuhkan klarifikasi resmi dari pihak Puskesmas Kwanyar agar pemberitaan berimbang.
Tidak hanya soal obat, warga lain juga mengeluhkan sikap petugas di loket pendaftaran yang dinilai kurang ramah dalam melayani pasien. Padahal, keramahan dan kecepatan pelayanan menjadi kunci utama kenyamanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Masyarakat menilai puskesmas seharusnya memberikan pelayanan yang ramah, transparan, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Jika obat memang kosong, warga berharap petugas memberikan penjelasan yang jelas dan akurat, termasuk alternatif penanganan sesuai ketentuan yang berlaku, bukan informasi yang simpang siur.
Atas kondisi tersebut, sejumlah warga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh di Puskesmas Kwanyar.
Evaluasi diharapkan dapat memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) dijalankan secara konsisten dan setiap keluhan warga ditangani secara serius, bukan dibiarkan berlarut.
Sorotan ini juga menjadi momentum bagi Kapus Kwanyar yang baru untuk melakukan pembenahan internal, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta melakukan pembinaan kepada seluruh petugas agar pelayanan lebih humanis dan profesional.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Puskesmas Kwanyar belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi masih belum direspons. Redaksi TimesMerahPutih.com membuka ruang hak jawab.











