Polemik Polis Prudential Syariah Memanas: Nasabah Somasi, Tuntut Pemulihan dan Siapkan Laporan ke OJK

SURABAYA, 14 September 2026 — Praktek penghentian polis secara sepihak (lapse) kembali memicu perselisihan hukum serius di sektor asuransi jiwa syariah.

Malika Sekretaris Roy menyampaikan bahwa atas nama Bu S menyatakan keberatan keras terhadap kebijakan PT Prudential Life Assurance (Prudential Syariah) yang mendadak menonaktifkan polis milik Bu S tanpa konfirmasi, pemberitahuan tertulis, maupun notifikasi resmi melalui surat, pos, email, atau WhatsApp.

Pihak nasabah (Bu S) menilai tindakan penghentian status polis ini tidak mendasar dan berpotensi melanggar ketentuan hukum persetujuan serta asas itikad baik dalam berkorespondensi.

*Poin-Poin Pelanggaran dan Aspek Hukum Utama*

* Dugaan Wanprestasi Pemutusan Kontak: Nasabah membantah keras tuduhan penunggakan premi sejak Maret. Dokumen transaksi menunjukkan kewajiban pembayaran telah diselesaikan hingga periode Agustus–September 2026.

* Abaikan Grace Period dan Prosedur Notifikasi: Sesuai standar industri asuransi dan regulasi perlindungan konsumen, perusahaan wajib memberikan pemberitahuan tertulis dan mengindahkan masa tenggang (grace period) sebelum mengambil tindakan penonaktifan.

* Pelanggaran Transparansi Nilai Investasi: Pihak nasabah mengungkapkan bahwa agen berinisial R maupun pihak perusahaan tidak pernah memberikan rincian berkala mengenai perkembangan nilai investasi. Hal ini mengindikasikan kelalaian dalam asas transparansi informasi produk keuangan.

* Tuntutan Pemulihan Tanpa Masa Tunggu: Nasabah mendesak pemulihan status polis (reinstatement) secara mutlak tanpa prosedur masa tunggu, mengingat kekeliruan administrasi sepenuhnya berada di pihak penyedia jasa asuransi.

*Tenggat Waktu dan Rencana Langkah Hukum*

Nasabah memberikan tenggat waktu (ultimatum) resmi kepada manajemen Prudential Syariah hingga Jumat 18 September 2026, pukul 19.00 WIB, untuk menyelesaikan pemulihan polis dan memberikan tanggapan resmi.

Apabila hingga batas waktu tersebut tidak tercapai kesepakatan atau solusi yang adil, langkah-langkah hukum konkrit yang akan ditempuh meliputi:

* Pengaduan Resmi ke OJK & Ombudsman: Melaporkan dugaan pelanggaran regulasi perlindungan konsumen ke Kantor OJK Regional (Jalan Gubernur Suryo) dan Lembaga Ombudsman RI.

* Ekskalasi Publikasi Media: Membawa kasus ini ke forum siaran media massa nasional/televisi guna membuka transparansi pelayanan produk asuransi syariah di Indonesia. (Bagas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Hasil Maksimal! Panen Jagung Maxxi di Burneh Bangkalan Tembus 11,36 Ton Per Hektare dengan Pupuk Sekali

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Semangat petani jagung di Kabupaten Bangkalan patut diapresiasi. Kelompok Tani (Poktan) Ngarokse Tane I di Desa Lobuk, ...

Heru Satriyo Buka Kegiatan The Biggest Culture of Jatim Bersama MAKI Jatim, Pancoran Grup Perkuat Sinergi Sosial

BANYUWANGI – Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, membuka kegiatan kebersamaan The Biggest Culture of Jatim ...

Jaga Kamtibmas Kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan Gelar Patroli Dialogis di Kawasan Kampus UTM

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Sat Samapta Polres Bangkalan ...

Sukonatar Siap Wujudkan Desa Bersinar: Ajak Ratusan Desa di Banyuwangi Bersatu Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

BANYUWANGI , -Times Merah putih.com//Gelora pencegahan bahaya narkoba membara di Balai Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, pada Kamis siang, 29 Oktober ...

Ada Apa Dengan Samsat Utara? Tarif Cek Fisik Dipertanyakan, Siapa Yang Menentukan Angka Di Luar Ketentuan?

SURABAYA | — Dugaan ketidaksesuaian tarif dalam pelayanan cek fisik kendaraan di Samsat Utara kini menjadi sorotan. Pertanyaan serius muncul ...

DUA BULAN BEROPERASI, AKHIRNYA TERBONGKAR! Polresta Banyuwangi Sikat Dugaan Mafia Solar Subsidi

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Praktik dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan. Kali ini, Polresta Banyuwangi berhasil membongkar ...
error: Content is protected !!