BANGKALAN || TimesMerahPutih.com–Ada cara unik dan penuh makna yang dilakukan UPTD SDN Tunjung 3 dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-495 yang diperingati setiap tanggal 24 Oktober. Sekolah tersebut menggelar festival permainan tradisional sebagai langkah nyata menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.
Kegiatan ini bukan sekadar perayaan hari lahir kabupaten tercinta, tetapi juga menjadi media edukasi bagi siswa untuk melestarikan warisan leluhur di tengah gempuran era digital.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Heri Sunjoto, S.Pd., M.Pd., pihak sekolah bersama dewan guru merancang kegiatan ini secara interaktif dan menyenangkan, melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Heri Sunjoto mengatakan, festival ini sengaja digelar untuk mengajak siswa kembali mencintai permainan tradisional yang mulai tergerus zaman.
“Melalui permainan tradisional ini, kami ingin anak-anak tidak hanya merayakan Hari Jadi Bangkalan, tetapi juga belajar melestarikan budaya Madura. Ini cara kami menjauhkan anak dari kecanduan gawai dan menguatkan karakter gotong royong,” ujar Heri Sunjoto.
Sejumlah permainan khas Madura dan nasional yang sarat nilai edukasi dipertandingkan, di antaranya:
Pertama, Permainan papan berlubang dengan biji kerang atau batu kecil ini sangat bagus untuk melatih ketangkasan berpikir, strategi, dan kemampuan berhitung anak.
Kedua, Membuat Layang-Layang, Bukan sekadar kerajinan tangan biasa. Aktivitas ini menjadi media pembelajaran holistik yang mengintegrasikan sains, seni, matematika, serta melatih kreativitas dan fisik siswa.
Ketiga Permainan tradisional khas Madura yang mirip dengan engklek. Dengan lompat satu kaki dan melempar pion (gaco) di atas petak geometri, Tanjan melatih keseimbangan, konsentrasi, dan kemampuan akademis siswa.
Keempat, Menjadi primadona lomba kelompok yang paling meriah. Satu tim bertindak sebagai penghadang dan tim lain berusaha melewati garis pertahanan. Kekompakan dan strategi menjadi kunci kemenangan.
Menurut Heri Sunjoto, penyelenggaraan festival budaya dan permainan tradisional ini membawa dampak positif bagi peserta didik, di antaranya penguatan karakter dan gotong royong, peningkatan kesehatan fisik dan motorik kasar, pencegahan kecanduan gawai, serta penanaman nilai budaya sejak dini agar bangga menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Bangkalan.
Melalui kegiatan ini, UPTD SDN Tunjung 3 berharap semangat Hari Jadi Bangkalan ke-495 dengan tema “Mari Kita Wujudkan Bangkalan Ramah Investasi, Aman dan Berbudaya”benar benar terwujud.
(Azis).










