DADAPAN —Times merah putih.com//Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, warga lingkungan Mushola Baitussholihin RT 02 RW 07 Dusun Krajan, Desa Dadapan, menggelar kirab Maulid dengan membawa endog-endogan atau judang telur yang dihias secara kreatif oleh masyarakat setempat, Minggu (30/8/2026).

Sejak Minggu pagi, warga lingkungan Mushola Baitussholihin terlihat antusias mempersiapkan berbagai keperluan untuk kegiatan kirab. Warga secara gotong royong membuat kue, nasi kotak, serta menghias judang telur yang nantinya dibawa dalam rangkaian kirab Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW, bapak Rohmat gondrong,mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong warga lingkungan Mushola Baitussholihin
“Alhamdulillah, sejak Minggu pagi warga lingkungan Mushola Baitussholihin sangat antusias. Ini menjadi momen untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Warga bersama-sama menghias judang telur, menyiapkan nasi kotak dan kue,” ujar Rohmat
Menurutnya, kemeriahan kirab juga semakin terasa dengan adanya pertunjukan droomben yang turut mengiringi jalannya kegiatan. Kehadiran droomben diharapkan dapat memberikan hiburan bagi masyarakat Desa Dadapan yang menyaksikan kirab.
Kirab judang telur tersebut kemudian berkeliling melewati jalan-jalan perkampungan Desa Dadapan. Warga tampak antusias mengikuti maupun menyaksikan rombongan kirab yang membawa berbagai hiasan dan hasil kreasi masyarakat.
Salah satu warga Desa Dadapan, Evi, yang menyaksikan langsung kegiatan tersebut mengaku senang dengan kemeriahan acara.
“Alhamdulillah, saya senang melihat acara kirab Maulid ini. Acaranya sangat meriah dan saya juga mendapatkan telur,” kata Evi.
Kegiatan kirab Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di lingkungan Musholla Baitussholihin tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Selain menjadi bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta mempertahankan tradisi gotong royong masyarakat.
Redaksi ( NURSALIM )











