Tak Sekadar Nilai Monev, Pemkab Bangkalan Dorong Keterbukaan Informasi Jadi Budaya Desa

BANGKALAN || timesmerahputih.com— Pemerintah Kabupaten Bangkalan menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik tidak boleh berhenti pada upaya memenuhi indikator penilaian. Prinsip transparansi harus ditumbuhkan sebagai budaya kerja, terutama di tingkat pemerintahan desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 

Komitmen itu diwujudkan Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfo Kabupaten Bangkalan melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan Monitoring dan Evaluasi atau Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026. 

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di tiga desa pada Kamis, 3 September 2026, yaitu Desa Bilaporah, Desa Pangpong, dan Desa Kesek. Ketiganya ditunjuk sebagai desa percontohan dalam menghadapi Monev yang akan digelar Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur.

 

Kepala Diskominfo Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, S.H., M.M., hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan perangkat daerah ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Bangkalan memastikan prinsip keterbukaan informasi berjalan nyata hingga level paling bawah.

 

“Keterbukaan informasi tidak semestinya berhenti sebagai pemenuhan indikator penilaian. Lebih dari itu, ini adalah bagian penting dari upaya menghadirkan pemerintahan yang transparan, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Zainal Alim.

 

Ia menegaskan, melalui pendampingan ini Pemkab ingin memastikan keterbukaan informasi tidak hanya dipersiapkan saat ada Monev, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

 

Dalam kegiatan tersebut, perangkat desa dari Bilaporah, Pangpong, dan Kesek mendapatkan penguatan materi secara komprehensif. 

 

Materi yang disampaikan meliputi jenis informasi yang wajib tersedia dan diumumkan, tata kelola dan pendokumentasian informasi, pengelolaan website desa dan papan informasi publik, hingga kesiapan menghadapi tahapan Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026.

 

Tim Diskominfo juga memberikan contoh praktik baik dari desa lain yang telah berhasil menerapkan keterbukaan informasi secara konsisten. Tujuannya agar pengelola informasi di desa memiliki gambaran jelas dalam menjalankan tugasnya.

 

Pendampingan ini diharapkan tidak hanya membantu tiga desa memenuhi indikator Monev, tetapi juga mendorong terbentuknya sistem pengelolaan informasi yang tertib, akuntabel, dan berkelanjutan.

 

Pemkab Bangkalan meyakini, semakin terbukanya informasi di tingkat desa akan berdampak langsung pada masyarakat. Warga akan lebih mudah mengakses informasi terkait perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran pembangunan.

 

Dengan begitu, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk mengetahui, memahami, sekaligus berpartisipasi dalam mengawal pembangunan di wilayahnya.

 

“Keterbukaan informasi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Ketika masyarakat tahu apa yang dilakukan pemerintah, maka partisipasi dan pengawasan akan tumbuh dengan sendirinya,” jelas Zainal Alim.

 

Ke depan, Pemkab Bangkalan berkomitmen melanjutkan pendampingan serupa ke desa-desa lain secara bertahap. Targetnya, seluruh pemerintah desa di Bangkalan tidak hanya siap menghadapi Monev, tetapi juga siap melayani masyarakat dengan informasi yang terbuka.

 

“Keberhasilan keterbukaan informasi bukan hanya tercermin dari hasil penilaian Monev. Tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan bahwa pemerintah hadir dengan informasi yang terbuka dan pelayanan yang responsif,” pungkasnya.

 

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan indeks keterbukaan informasi publik Kabupaten Bangkalan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat berbasis kepercayaan.

(Azis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

List

Sukonatar Siap Wujudkan Desa Bersinar: Ajak Ratusan Desa di Banyuwangi Bersatu Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

BANYUWANGI , -Times Merah putih.com//Gelora pencegahan bahaya narkoba membara di Balai Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, pada Kamis siang, 29 Oktober ...

Ada Apa Dengan Samsat Utara? Tarif Cek Fisik Dipertanyakan, Siapa Yang Menentukan Angka Di Luar Ketentuan?

SURABAYA | — Dugaan ketidaksesuaian tarif dalam pelayanan cek fisik kendaraan di Samsat Utara kini menjadi sorotan. Pertanyaan serius muncul ...

DUA BULAN BEROPERASI, AKHIRNYA TERBONGKAR! Polresta Banyuwangi Sikat Dugaan Mafia Solar Subsidi

BANYUWANGI –Times merah putih.com//Praktik dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan. Kali ini, Polresta Banyuwangi berhasil membongkar ...

Sinergi HMI dan MUI Bangkalan Bedah Buku Lingkungan: “Keadilan Ekologis Bukan Hadiah Penguasa, Melainkan Hak Hakiki Warga Negara”

Foto: Kegiatan bedah buku lingkungan oleh HMI cabang Bangkalan dan MUI Bangkalan BANGKALAN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan ...

Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Bangkalan Pasang Banner Imbauan Keselamatan di Jalur Tanah Merah-Galis

BANGKALAN || timesmerahputih.com- Dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan memasang banner imbauan keselamatan ...

MTsN 7 Banyuwangi Perkuat Literasi, Guru Diajak Menulis Buku dan Menguasai Jurnalistik

BANYUWANGI – MTsN 7 Banyuwangi menggelar Workshop Jurnalistik dan Penyusunan Buku Ber-ISBN untuk meningkatkan kemampuan menulis serta membangun budaya literasi ...
error: Content is protected !!